RADARSITUBONDO.ID – Aksi balap liar mulai membuat warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo, gerah. Tak ingin jalan desa berubah menjadi arena adu kecepatan, warga bergerak bersama. Dalam dua pekan terakhir, tiga pemuda yang diduga terlibat balap liar berhasil diamankan dan diserahkan kepada Satlantas Polres Situbondo.
Pengawasan warga kini diperketat. Sejumlah warga bahkan secara sukarela menjadi pemantau di titik-titik jalan yang kerap digunakan untuk balap liar. Setiap aktivitas mencurigakan direkam dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti.
Kepala Desa Gelung, H. Hadi Baikuni, mengatakan satu pemuda diamankan warga pada Minggu (16/8). Sepekan sebelumnya, dua pemuda lainnya juga diamankan karena diduga melakukan aksi serupa.
“Dua minggu terakhir warga kami berturut-turut mengamankan pemuda yang balap liar di jalan desa kami. Semua yang diamankan langsung diserahkan ke anggota Satlantas Polres Situbondo,” ujar Baikuni, Selasa (18/8).
Menurut dia, aksi balap liar mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, warga memilih tidak tinggal diam. Pengawasan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan perangkat desa hingga unsur keamanan.
Begitu menemukan dugaan aksi balap liar, warga mendokumentasikan kejadian tersebut. Informasi kemudian diteruskan kepada perangkat desa untuk dilakukan penanganan.
“Kami bersama masyarakat, RT/RW, Satgas Desa Gelung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh unsur terkait akan terus menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Gelung. Mata-mata kami sudah banyak,” tegasnya.
Baikuni menekankan, langkah warga tersebut bukan dimaksudkan untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Sebaliknya, pengawasan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekaligus upaya mencegah kecelakaan akibat balap liar.
“Kami mengedepankan pencegahan. Anak-anak muda harus kita arahkan kepada kegiatan yang positif. Jangan sampai karena balap liar kemudian terjadi kecelakaan apalagi sampai ada korban jiwa,” katanya.
Tak Ingin Gelung Dikenal sebagai Arena Balap Liar
Pemerintah Desa Gelung juga mengingatkan para pemuda agar tidak kembali melakukan balap liar di jalan desa. Warga telah sepakat menjaga wilayahnya agar tetap aman dan nyaman.
Baikuni menyebut sebagian pemuda yang diamankan justru berasal dari luar desa. Kondisi itu semakin mendorong warga untuk memperketat pengawasan di jalur yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya para pembalap liar.
“Warga kami tidak mau desanya viral sebagai tempat aksi balap liar. Apalagi setiap pemuda yang diamankan dari luar desa,” pungkasnya.
Dengan pengawasan bersama tersebut, pemerintah desa berharap aksi balap liar dapat dicegah sejak dini. Jalan desa pun diharapkan kembali berfungsi sebagaimana mestinya, tanpa membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo