Radarsitubondo.id - Rumah Susanah, warga Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini menjadi perhatian setelah dipasangi garis polisi. Rumah tersebut ramai didatangi awak media setelah nama Susanah menjadi sorotan publik.
Perhatian terhadap Susanah bermula dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah sebagai buruh pengupas bawang dengan upah yang disebut mencapai Rp700.000 per kilogram.
Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu rasa penasaran masyarakat. Sejumlah wartawan pun mendatangi kediaman Susanah untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai sosok perempuan yang namanya tiba-tiba menjadi perbincangan publik.
Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakati Nasib Guru PPPK, Ada Peluang dari PPPK Penuh Waktu Menjadi PNS
Namun, derasnya perhatian tersebut justru membuat keluarga Susanah merasa khawatir. Pasalnya, keluarga tersebut sebelumnya tidak terbiasa menghadapi sorotan media dalam jumlah besar.
Iis Isnawati, istri Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa keputusan memasang garis polisi telah dibicarakan bersama sejumlah perangkat lingkungan. Koordinasi dilakukan dengan Ketua RW, kepala desa, hingga kepala dusun.
Menurut Iis, salah satu alasan utama pemasangan garis tersebut adalah untuk menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah.
Kehidupan keluarga yang sebelumnya berjalan normal mendadak berubah setelah nama kedua orang tua mereka menjadi perhatian publik. Banyaknya orang yang datang ke rumah dikhawatirkan dapat memberikan tekanan bagi anak-anak yang belum terbiasa menghadapi situasi semacam itu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 19 Agustus 2026, Ada yang Dapat Kabar Mengejutkan!
Iis menilai kondisi mental anak-anak perlu menjadi perhatian karena mereka belum tentu siap menghadapi perubahan situasi secara tiba-tiba, terutama ketika rumah dan keluarganya menjadi sasaran perhatian banyak orang.
Selain mempertimbangkan kondisi keluarga, perangkat lingkungan juga meminta awak media yang ingin melakukan peliputan di kediaman Susanah untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak setempat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat aktivitas peliputan berlangsung lebih teratur dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan kepada keluarga.
Kehadiran banyak orang di sekitar rumah juga dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga di lingkungan Kampung Ciuncal. Karena itu, pembatasan akses dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi keramaian.
Iis juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu, termasuk unsur pemerintah, yang disebut sempat mengambil gambar kondisi keluarga Susanah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat.
Baca Juga: Sudah 3 Bulan Padam, Warga Desak Perbaikan PJU Pantura Pasir Putih–Klatakan
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pengaturan terhadap aktivitas orang yang datang ke rumah Susanah.
Dengan pemasangan garis polisi dan koordinasi peliputan, lingkungan setempat berharap situasi dapat kembali lebih kondusif. Terlebih, perhatian publik terhadap Susanah muncul secara mendadak setelah pernyataan Presiden Prabowo membuat namanya viral di media sosial.
Bagi keluarga Susanah, kondisi tersebut menjadi pengalaman baru yang membutuhkan penyesuaian. Perlindungan terhadap privasi dan kondisi psikologis anggota keluarga, terutama anak-anak, kini menjadi salah satu perhatian utama di tengah tingginya sorotan publik.(*)
Editor : Titin Wulandari