RADARSITUBONDO.ID – Upaya petugas mengevakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Situbondo, Rabu (19/8), berlangsung dramatis. Seorang pria berusia 45 tahun yang hendak dibawa ke selter sementara Dinas Sosial (Dinsos) justru melarikan diri hingga naik ke bak sebuah truk di depan Gedung DPRD Situbondo.
Pria bernama Rahmat, warga Kabupaten Magetan, itu sebelumnya diamankan petugas gabungan Dinsos dan Satpol PP di Jalan Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. Petugas berencana membawanya ke selter sementara sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.
Namun, saat proses evakuasi berlangsung, Rahmat tiba-tiba meronta dan melarikan diri. Ia berlari hingga kawasan Stadion Gelora Mohamad Saleh. Di depan DPRD Situbondo, Rahmat kemudian menghentikan sebuah truk dan naik ke bagian bak.
Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Raya depan DPRD Situbondo tersendat. Petugas Satpol PP bersama warga berupaya menghentikan kendaraan dan membujuk Rahmat agar turun.
Setelah berhasil diturunkan, Rahmat langsung diamankan ke pikap Satpol PP. Namun, proses evakuasi kembali diwarnai perlawanan. Ia terus meronta dan berteriak sambil menangis.
“Saya tidak salah, saya hanya korban. Jangan dipenjara lagi. Sudah sering dipenjara, jangan dibawa,” teriak Rahmat.
Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Situbondo, Ferry, mengatakan penanganan dilakukan secara hati-hati. Petugas tidak ingin proses evakuasi justru membahayakan Rahmat maupun pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi.
“Kalau menangani seperti ini memang harus hati-hati. Kami berupaya agar yang bersangkutan bisa diamankan dengan baik dan tidak membahayakan dirinya maupun orang lain,” kata Ferry.
Setelah berhasil diamankan, Rahmat dibawa ke RSUD Situbondo untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya, dia akan dibawa ke selter sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Magetan.
Ferry menjelaskan, pemulangan ke daerah asal menjadi langkah lanjutan setelah kondisi Rahmat memungkinkan. Penanganan dilakukan agar yang bersangkutan mendapat perawatan sekaligus tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo