Belalang Goreng Gunungkidul Bikin Pembeli Kaget, Ada Kardus Tersembunyi di Dalam Toples!

Titin Wulandari • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi : Belalang goreng khas Gunungkidul kembali jadi sorotan setelah pembeli menemukan potongan kardus di dalam toples.(Foto:Canva)
Ilustrasi : Belalang goreng khas Gunungkidul kembali jadi sorotan setelah pembeli menemukan potongan kardus di dalam toples.(Foto:Canva)

 

Radarsitubondo.id - Belalang goreng merupakan salah satu kuliner khas yang kerap diburu wisatawan saat berkunjung ke Gunungkidul, Yogyakarta. Namun, pengalaman seorang pembeli baru-baru ini justru memunculkan kekecewaan setelah menemukan sesuatu yang tidak biasa di dalam wadah belalang goreng yang dibelinya.

Kisah tersebut viral setelah diunggah ke media sosial. Pembeli mengaku membeli dua toples belalang goreng pada 16 Agustus 2026 dengan harga total Rp35.000. Saat masih dalam kondisi tertutup, kedua wadah tersebut tampak seolah berisi cukup banyak belalang. Namun, kesan tersebut berubah setelah kemasan dibuka.

Pembeli menemukan potongan kardus cukup tebal yang ditempatkan di bagian dalam wadah. Ganjalan tersebut membuat volume ruang di dalam toples menjadi lebih kecil sehingga belalang goreng terlihat lebih penuh dari kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Segera Panggil untuk Diperiksa

Kekecewaan pembeli semakin terasa karena trik tersebut baru diketahui setelah ia sampai di tempat tujuan dan membuka kemasan yang telah dibeli.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Ekraf Pora Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, mengatakan pihaknya telah mendatangi pedagang yang berjualan di sekitar Pos Retribusi Jalan Jalur Lintas Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, pedagang bersangkutan mengakui kejadian yang sebelumnya beredar di media sosial. Pihak dinas kemudian memberikan arahan agar pedagang memperbaiki cara pengemasan produk yang dijual kepada wisatawan.

Baca Juga: Ribuan KPM PKH Situbondo Terancam Dicoret, 1.331 Terindikasi Transaksi Judol

Sekretaris Dispar Ekraf Pora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pembinaan terhadap pedagang di sekitar kawasan destinasi wisata terus dilakukan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Meski pedagang yang bersangkutan berjualan di luar kawasan wisata yang secara langsung berada di bawah kewenangan dinas, pihaknya tetap mengambil langkah tindak lanjut. Hal itu dilakukan karena persoalan semacam ini dinilai berpotensi memengaruhi kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata daerah.

Penggunaan kardus sebagai ganjalan untuk membuat wadah belalang goreng terlihat lebih penuh ternyata bukan pertama kali menjadi sorotan.

Baca Juga: Christophe Nduwarugira Ungkap Alasan Cepat Beradaptasi di PSS Sleman

Sebelumnya, kasus dengan modus serupa juga pernah viral di kawasan wisata pantai Gunungkidul. Saat itu, oknum pedagang belalang goreng diketahui menggunakan cara yang sama untuk membuat pembeli seolah mendapatkan produk dalam jumlah lebih banyak.

Kejadian yang kembali terulang ini menjadi perhatian bagi pengelola destinasi wisata maupun paguyuban pedagang. Pembinaan diharapkan dapat mencegah praktik yang merugikan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap kuliner khas Gunungkidul.

Pasalnya, ulah sejumlah oknum pedagang berpotensi mencoreng reputasi pedagang lain yang menjalankan usaha secara jujur. Karena itu, transparansi dalam menjual produk menjadi salah satu hal penting untuk menjaga citra kuliner lokal dan pariwisata Gunungkidul.(*)

Editor : Titin Wulandari
belalang goreng Gunungkidul belalang goreng viral