Siswa MI Darul Hikmah Tewas Terseret Ombak, Guru Pendamping Diminta Evaluasi

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:46 WIB
BERDUKA: Ratusan warga melihat jenazah korban di rumah duka di Desa/Kecamatan Besuki, Kamis lalu (20/8). (HUMAIDI/JPRS)
BERDUKA: Ratusan warga melihat jenazah korban di rumah duka di Desa/Kecamatan Besuki, Kamis lalu (20/8). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Tragedi meninggalnya siswa MI Darul Hikmah Besuki setelah terseret ombak di Pantai Cemara, Desa Demung, Kecamatan Besuki, memunculkan sorotan terhadap pengawasan siswa saat kegiatan di luar sekolah. Guru pendamping diminta lebih memperhitungkan risiko ketika membawa anak-anak beraktivitas di kawasan pantai.

Muhammad Riki Baktiyan, 11, siswa kelas IV MI Darul Hikmah Besuki, meninggal setelah terseret ombak saat rombongan siswa mengikuti latihan gerak jalan, Kamis (20/8). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 ketika para siswa tengah beristirahat.

Pengacara di Situbondo, Jayadi, mengaku prihatin setelah membaca kronologi kejadian tersebut. Menurut dia, guru yang mendampingi siswa semestinya memahami potensi bahaya ketika membawa anak-anak ke kawasan pantai.

“Guru mestinya bisa membayangkan bila mengajak murid ke pantai pasti akan bermain dan mandi. Harusnya bisa memprediksi akibat dan bahaya anak-anak jika di area pantai,” kata Jayadi, Kamis (21/8).

Dia menilai, tragedi tersebut perlu menjadi evaluasi bagi sekolah, khususnya dalam memastikan sistem pengawasan ketika siswa mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah.

Menurut Jayadi, jumlah guru atau pendamping harus disesuaikan dengan banyaknya siswa yang dibawa. Pengawasan yang memadai dinilai penting karena anak-anak belum sepenuhnya mampu memperkirakan risiko dari tindakan yang mereka lakukan.

“Setiap kali ada kegiatan ekstrakurikuler atau pembelajaran di luar kelas, pihak sekolah harus mempersiapkan personel pengawasan yang cukup, rasionya dengan jumlah murid yang dibawa,” ujarnya.

Jayadi berharap peristiwa yang menimpa Riki menjadi pelajaran agar kegiatan siswa di luar sekolah tetap mengutamakan aspek keselamatan.

“Peristiwa yang menimpa murid MI Darul Hikmah perlu dijadikan renungan agar guru yang mengajak murid ke luar sekolah lebih hati-hati lagi,” cetusnya.

Keluarga Korban Terima sebagai Takdir

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasah mengatakan keluarga Muhammad Riki Baktiyan tidak menyalahkan pihak mana pun atas insiden tersebut.

Orang tua korban, yang merupakan warga Desa/Kecamatan Besuki, telah menerima kejadian tersebut sebagai takdir. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Keluarga sudah menerima sebagai takdir dan juga menolak untuk dilakukan autopsi serta menandatangani surat pernyataan penolakan pemeriksaan jenazah,” pungkas Gede.

Sebelumnya diberitakan, Riki terseret ombak Pantai Cemara saat mengikuti latihan gerak jalan bersama siswa lainnya. Korban yang tidak bisa berenang kemudian terseret arus hingga akhirnya meninggal dunia.

Tragedi tersebut terjadi ketika rombongan siswa beristirahat setelah mengikuti latihan. Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anak saat kegiatan sekolah berlangsung di luar lingkungan sekolah, terlebih di kawasan yang memiliki risiko keselamatan seperti pantai. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Besuki Situbondo MI Darul Hikmah guru pendamping Pantai Cemara siswa tenggelam