RADARSITUBONDO.ID — Angin kencang membuat atap tempat parkir kendaraan milik BUMDes Jangkar ambruk, Jumat (21/8) sekitar pukul 12.30. Bangunan berukuran 6 x 25 meter itu rata dengan tanah setelah bagian penyangganya tidak mampu menahan terpaan angin.
Beruntung, tidak ada kendaraan yang sedang terparkir saat kejadian. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, robohnya fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah desa itu memantik sorotan. Warga mempertanyakan konstruksi bangunan karena bagian luar tiang penyangga terlihat menggunakan paralon.
“Biasanya tempat itu dipakai parkir kendaraan travel jurusan Jangkar-Bali. Tapi pas kejadian tidak ada kendaraan sama sekali,” kata seorang warga berusia 41 tahun yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Warga Soroti Konstruksi
Menurut warga tersebut, angin kencang memang menjadi pemicu robohnya atap parkir. Namun, dia menilai konstruksi bangunan semestinya dibuat lebih kuat mengingat ukurannya cukup besar dan fasilitas tersebut dibangun menggunakan uang negara.
“Roboh gara-gara ada angin kencang. Tapi kami menilai pembuatan atap BUMDes ini kan pakai uang negara. Saya rasa pembuatannya abal-abal. Masak cagak penyangganya hanya pakai paralon,” cetusnya.
Bangunan parkir berukuran 6 x 25 meter tersebut sebelumnya dimanfaatkan sebagai lokasi parkir, termasuk kendaraan travel yang melayani rute Jangkar-Bali.
Kondisi bangunan yang ambruk membuat fasilitas tersebut tidak dapat digunakan seperti sebelumnya. Warga berharap pemerintah desa memastikan keamanan konstruksi sebelum fasilitas kembali dimanfaatkan.
Kades: Paralon Hanya Lapisan Luar
Kepala Desa Jangkar Mansur membantah anggapan bahwa konstruksi tiang hanya mengandalkan paralon. Dia menjelaskan, bagian luar tiang memang menggunakan paralon, tetapi bagian dalamnya telah diperkuat dengan coran semen.
“Itu sudah pakai semen, lapisan luarnya pakai paralon. Ukuran paralonnya saya lupa,” jelas Mansur.
Mansur menyebut, kerusakan terjadi setelah bangunan diterjang angin kencang. Menurut dia, bagian yang mengalami kerusakan terutama terdapat pada tiang penyangga.
“Itu roboh kena angin kencang. Kalau kerugiannya saya kurang begitu paham. Yang jelas kerusakannya hanya bagian tiang saja,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut kini menyisakan pekerjaan rumah bagi pengelola BUMDes dan pemerintah desa. Selain memastikan bangunan kembali berdiri, kualitas konstruksi juga menjadi perhatian agar fasilitas serupa tidak kembali roboh ketika diterjang cuaca ekstrem. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo