RADARSITUBONDO.ID – Anggaran Rp3,2 miliar untuk revitalisasi 56 sekolah di Situbondo tak boleh berujung pada bangunan yang sekadar tampak baru. DPRD Situbondo meminta setiap proyek dikerjakan maksimal dengan mengutamakan kualitas konstruksi agar fasilitas pendidikan bisa digunakan dalam jangka panjang.
Peringatan itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo, Mokhammad Badri. Menurutnya, besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah harus berbanding lurus dengan kualitas bangunan yang dihasilkan.
“Kami minta sekolah yang telah menerima anggaran tersebut dapat memanfaatkan dengan baik. Kualitas bangunannya harus bisa bermanfaat dalam waktu panjang, tidak hanya selesai mengerjakan sesuai gambar,” kata Badri.
Tahun ini, jumlah sekolah penerima program revitalisasi memang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 89 lembaga. Namun, program tersebut tetap dinilai penting karena menyasar sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan.
Badri berharap revitalisasi tidak berhenti pada pembenahan fisik. Perbaikan sarana dan prasarana harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, termasuk kualitas pembelajaran dan lulusan.
“Jangan hanya gedungnya yang bagus, tetapi juga perhatikan kualitas dan mutu pendidikannya,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan sekolah penerima program agar menjalankan seluruh tahapan proyek secara tertib, mulai administrasi hingga pelaksanaan pembangunan. Penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan hasil pekerjaan sesuai perencanaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Sopan Efendi, mengungkapkan bahwa jumlah sekolah yang membutuhkan revitalisasi sebenarnya jauh lebih banyak.
Pemkab Situbondo sebelumnya mengusulkan 393 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi pada 2026. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya memberikan alokasi kepada 56 sekolah.
“Dari 393 lembaga pendidikan yang kami usulkan tahun ini, baru 56 sekolah yang mendapatkan alokasi anggaran,” ujar Sopan.
Ke-56 sekolah tersebut terdiri atas 28 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP serta 28 lembaga PAUD yang mencakup TK dan kelompok bermain (KB).
Menurut Sopan, sekolah penerima program rata-rata memiliki tingkat kerusakan bangunan sekitar 50 hingga 60 persen. Sebagian di antaranya bahkan telah mengajukan permohonan revitalisasi selama bertahun-tahun.
“SD dan SMP ada 28 titik, sedangkan PAUD yang meliputi TK dan KB ada 28 titik. Jadi, total 56 sekolah. Tingkat kerusakannya sekitar 50 hingga 60 persen. Kondisinya sudah rusak parah dan perlu diperbaiki,” jelasnya.
Total anggaran yang dialokasikan untuk 56 sekolah tersebut mencapai sekitar Rp3,2 miliar. Besaran dana setiap sekolah berbeda karena alokasinya ditentukan langsung oleh kementerian.
Sopan berharap seluruh pekerjaan revitalisasi dilaksanakan secara maksimal. Sekolah diminta tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi memastikan bangunan benar-benar layak dan mampu bertahan lama.
“Jangan hanya berpikir gedung yang direhab untuk dipakai satu atau dua tahun. Berpikirlah bahwa bangunannya nanti bisa digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo