RADARSITUBONDO.ID – Kepulan asap dan kobaran api mendadak membuat warga Dusun Secangan Barat, Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, panik, Jumat (28/8). Api yang muncul dari satu rumah dengan cepat merembet ke bangunan di sebelahnya hingga dua rumah warga terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Api pertama kali terlihat oleh Sipur dan Muhammad. Keduanya langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.
Kasubag Damkar Situbondo Hidayat mengatakan, api dengan cepat membesar dan merembet karena kedua rumah berdempetan.
“Kobaran api terlihat pertama kali oleh Pak Sipur dan Pak Muhammad. Kemudian mereka berteriak meminta tolong,” ujarnya.
Saat kejadian, pemilik rumah berada di dalam bangunan. Mendengar teriakan warga dari luar, mereka segera keluar menyelamatkan diri. Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Markati, 81, dan Abd Wafi, 43. Rumah Markati yang merupakan bangunan semi permanen mengalami kerusakan total. Bangunan berukuran sekitar 10 meter x 5 meter dengan tinggi tiga meter itu menjadi bagian yang paling parah terdampak.
Sementara rumah milik Abd Wafi, yang juga berupa bangunan semi permanen berukuran sekitar 10 meter x 8 meter dengan tinggi tiga meter, mengalami kerusakan ringan. Kerugian pada bangunan tersebut diperkirakan sekitar Rp 3 juta.
Secara keseluruhan, kerugian akibat kebakaran dua rumah tersebut ditaksir mencapai Rp 53 juta.
Setelah warga berupaya memadamkan api, satu unit mobil pemadam kebakaran Situbondo tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB,” jelas Hidayat.
Untuk penyebab kebakaran, petugas masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Hingga saat ini, sumber api belum diketahui secara pasti.
Damkar Situbondo kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memastikan kompor benar-benar mati setelah digunakan, rutin memeriksa instalasi listrik, serta menghindari pembakaran sampah sembarangan.
“Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Perhatikan instalasi listrik dan hindari hal-hal yang bisa memicu kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo