RADARSITUBONDO.ID -RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo tahun ini membuka layanan TBC Resisten Obat (TB-RO). Dengan demikian warga kota santri tidak perlu lagi dirujuk ke RS Kabupaten tetangga.
Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem, dr. Sudharmono menegaskan, sejauh ini setiap pasien TB-RO harus dirujuk ke rumah sakit kabupaten tetangga, paling dekat di Bondowoso. Itu akibat RSUD belum memiliki pelayanan yang bisa menangani pasien yang sudah tidak mempan dengan obat biasa.
"TB-RO ini adalah kasus TBC yang sudah tidak mempan dengan obat biasa. Alhamdulillah tahun ini layanan sudah ada di RSUD Situbondo," kata Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem, dr. Sudharmono.
Pria yang akrab disapa dr.Momon itu mengaku bangga. Sebab, dokter spesialis paru merupakan putra daerah Situbondo. Dokter tersebut sudah dinyatakan lulus pendidikan spesialis penyakit paru.
"dr. Abdul Malik Fajri Sp.P merupakan dokter spesialis paru dan kebetulan adalah putra daerah Situbondo. Kini tinggal menunggu Surat Tanda Registrasi (STR), kemudian mengurus surat izin praktik. Kemungkinan mulai beroperasi antara September-Oktober 2026,” cetus dr. Momon.
Sejauh ini, kata dia, dokter spesialis paru memang belum ada. Kalau ada yang terkena penyakit paru di-handle oleh dokter spesialis penyakit dalam. “Sejauh ini kalau ada pasien TB-RO ditangani dokter spesialis dalam,” imbuhnya.
Selain TB-RO, RSUD dr. Abdoer Rahem juga menambah lima dokter spesialis baru untuk memperkuat pelayanan.
“dr. Fachriza Haqi R Sp.PD Spesialis Penyakit Dalam, dr. Risky Maulidah Hasanah Sp.OG Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr. Antonio Akbar S Sp.B FICS AIFO-K sebagai Spesialis Bedah umum, dr. Zakyyatul Aflkha SpJP dan dr. Firda Fitra Q Sp.JP FIHA AIFO-K sebagai Spesialis Jantung,” tutup dr. Momon. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo