Sudah Antre Empat Jam, Warga Kapongan Belum Tentu Kebagian Gas Melon

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:34 WIB
ANTRE: Sejumlah warga mengantre dan menunggu di depan pangkalan gas elpiji di Kecamatan Kapongan untuk mendapatkan gas elpiji yang sulit diperoleh, Rabu (2/9). (Ahmad Rifa
ANTRE: Sejumlah warga mengantre dan menunggu di depan pangkalan gas elpiji di Kecamatan Kapongan untuk mendapatkan gas elpiji yang sulit diperoleh, Rabu (2/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Mendapatkan satu tabung elpiji tiga kilogram kini tak semudah biasanya. Warga harus datang sejak pagi, menempuh jarak cukup jauh, lalu rela mengantre berjam-jam demi membawa pulang gas melon untuk kebutuhan memasak.

Pemandangan itu terlihat di salah satu pangkalan elpiji di Kecamatan Kapongan, Rabu (2/9). Sejak sekitar pukul 06.00, warga mulai berangkat dari rumah. Setengah jam kemudian, antrean sudah mengular. Mereka terpaksa menunggu karena kiriman elpiji belum tiba.

Kondisi tersebut terjadi di tengah tersendatnya distribusi elpiji dari Banyuwangi. Akibatnya, stok gas melon di sejumlah titik semakin sulit ditemukan, termasuk di kios dan toko kecil di pedesaan.

Bu Ris, warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, mengaku harus menunggu berjam-jam agar bisa mendapatkan satu tabung gas. Padahal, jarak dari rumahnya menuju pangkalan cukup jauh.

“Risikonya harus menunggu berjam-jam. Kalau tidak, tidak akan kebagian. Kalau tidak kebagian, mau membeli ke mana lagi saya tidak tahu,” ujarnya.

Menurut dia, gas elpiji merupakan kebutuhan utama rumah tangga. Tanpa bahan bakar tersebut, warga kesulitan memasak meski bahan makanan tersedia.

“Meskipun ada beras, tetapi tidak ada apinya juga tidak bisa matang. Jadi, tidak ada pilihan lain selain menggunakan tabung gas melon yang saat ini langka,” jelasnya.

Kelangkaan juga dirasakan Sutikno, warga lainnya. Ia mengaku sudah sekitar empat jam mengantre di pangkalan. Sejumlah toko kecil di sekitar rumahnya tidak lagi memiliki stok.

“Ini adalah kebutuhan. Jadi, walaupun jauh karena sudah tidak ada dan langka, mau bagaimana lagi. Saya menunggu kurang lebih empat jam di sini,” tuturnya.

Bahkan, sehari sebelumnya Sutikno sempat datang ke pangkalan tersebut sejak waktu Magrib. Namun, ia pulang dengan tangan kosong karena stok gas sudah habis.

“Tadi malam saya ke sini, tetapi tidak kebagian. Makanya saya balik lagi,” tambahnya.

Sutikno menyebut warga mendapat informasi bahwa kelangkaan terjadi karena distribusi elpiji dari Banyuwangi tersendat. Ada pula informasi pasokan dikirim langsung dari Gresik. Namun, keterlambatan pengiriman membuat stok di tingkat warga habis hampir bersamaan.

Bagi masyarakat, persoalan distribusi bukan menjadi hal utama. Mereka hanya berharap pasokan gas melon kembali lancar sehingga tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pangkalan hanya untuk mendapatkan satu tabung.

“Mudah-mudahan kali ini bisa kebagian agar tidak perlu balik lagi ke sini, karena jaraknya juga cukup jauh dari rumah,” harap Sutikno. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Kapongan Situbondo Elpiji melon Gas melon langka Elpiji Situbondo Pangkalan elpiji