Krisis Guru PAI dan Olahraga, Dispendikbud Situbondo Andalkan Rekrutmen CPNS

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:52 WIB
KURANG BANYAK: Sejumlah guru di Situbondo mengikuti kegiatan di Gedung PGRI Situbondo, belum lama ini. (Ahmad Rifa
KURANG BANYAK: Sejumlah guru di Situbondo mengikuti kegiatan di Gedung PGRI Situbondo, belum lama ini. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Di tengah jumlah guru kelas yang justru berlebih, Kabupaten Situbondo masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik. Hingga Agustus 2026, kebutuhan guru masih kurang 493 orang, dengan kekurangan terbesar terjadi pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru olahraga.

Kondisi tersebut terjadi di sejumlah jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMP. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo Sopan Efendi menyebut, kebutuhan guru PAI mencapai 427 orang. Namun, tenaga yang tersedia hanya sekitar 230 orang.

Kekurangan juga terjadi pada guru olahraga. Kebutuhan mencapai sekitar 425 orang, sedangkan jumlah guru yang tersedia baru 285 orang.

“Kalau guru kelas justru berlebih. Kebutuhan kita sebanyak 2.607 orang, sementara yang tersedia sebanyak 2.786 guru kelas,” kata Sopan.

Secara keseluruhan, jumlah guru di bawah naungan Dispendikbud Situbondo hingga Agustus 2026 mencapai 4.432 orang. Rinciannya, 1.937 guru PNS, 1.523 PPPK, dan 972 PPPK Paruh Waktu. Sementara kebutuhan ideal mencapai 4.925 guru.

Ketimpangan jumlah tersebut membuat Dispendikbud belum bisa melakukan distribusi guru secara proporsional. Padahal, sejumlah sekolah, terutama yang berada di wilayah terpencil, masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.

Dispendikbud sebenarnya telah memetakan sekolah mana yang mengalami kekurangan dan kelebihan guru. Namun, penataan belum bisa dilakukan secara maksimal karena jumlah tenaga pendidik secara keseluruhan masih belum memenuhi kebutuhan.

“Kami sudah memonitor mana lembaga pendidikan yang kekurangan maupun kelebihan guru. Namun, karena jumlah guru belum ideal, kami belum bisa melakukan distribusi,” terangnya.

Menurut Sopan, penataan dan redistribusi guru menjadi langkah penting agar tidak terjadi penumpukan tenaga pendidik di satu sekolah, sementara lembaga lain justru kekurangan guru.

Pihaknya berharap pemerintah pusat segera membuka rekrutmen CPNS untuk menambah tenaga pendidik di Situbondo. Tambahan guru dinilai menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan sekaligus memperbaiki pemerataan tenaga pengajar.

“Semoga ada rekrutmen CPNS, karena harapan kami hanya itu untuk menambah jumlah guru,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
mengalami kelebihan. Kekurangan guru Guru PAI Guru olahraga Dispendikbud Situbondo rekrutmen cpns