RADARSITUBONDO.ID – Harga cabai sedang berada di level yang membuat petani tersenyum. Dalam tiga pekan terakhir, komoditas tersebut terus mengalami kenaikan hingga kini menembus Rp 53 ribu per kilogram.
Kenaikan harga itu dirasakan petani di Desa Curahtal, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Mereka mengaku hasil panen cabai saat ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Sugiarto, salah seorang petani setempat, mengatakan harga cabai mulai merangkak naik sejak dua pekan lalu. Saat itu, harga masih berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram.
“Harga terus naik. Dua pekan lalu Rp 35 ribu, kemudian Rp 45 ribu, naik lagi Rp 50 ribu. Sekarang sudah tembus Rp 53 ribu,” kata Sugiarto sembari memanen cabai di sawahnya, Jumat (4/9).
Menurut dia, tingginya harga cabai membuat hasil panen petani lebih cepat menghasilkan uang. Bahkan, petani yang hanya menanam cabai di lahan satu petak bisa mendapatkan omzet hingga Rp 7 juta dalam satu kali panen jika kualitas tanaman bagus.
“Kalau cabai, dalam satu minggu bisa dua kali panen,” ujarnya.
Kendati demikian, harga tinggi juga membawa persoalan tersendiri. Cuaca panas membuat sebagian tanaman cabai mengering. Petani pun harus ekstra menjaga kondisi lahan, terutama memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.
Aktivitas di lahan bahkan dilakukan hampir sepanjang waktu. Siang hari petani memanen cabai, sedangkan malam digunakan untuk mengalirkan air ke sawah.
Tak hanya persoalan cuaca. Harga cabai yang melambung juga membuat sebagian petani khawatir hasil panennya menjadi sasaran pencurian.
“Kalau malam berusaha memasukkan air, siang panen cabai. Selain itu, saat harga mahal banyak juga yang menjaga lahan karena khawatir cabainya dicuri,” pungkas Sugiarto. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo