RADARSITUBONDO.ID – Kekhawatiran menyelimuti keluarga dua nelayan asal Desa Demung, Kecamatan Besuki. S (55) dan F (35) belum kembali setelah melaut di perairan Pantai Demung sejak Kamis (3/9). Keduanya diduga mengalami masalah mesin perahu sebelum akhirnya putus kontak.
Kedua nelayan tersebut melaut menggunakan perahu fiber Putri Kirana untuk mencari ikan. Namun, dalam perjalanan pulang, mesin perahu dilaporkan mengalami gangguan.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) PB Situbondo, Puriyono, mengatakan laporan mengenai hilangnya kedua nelayan itu diterima pada Jumat (4/9) dari perangkat Desa Demung.
“Kami baru saja mendapatkan laporan hari ini tentang hilangnya S dan F yang mencari ikan menggunakan perahu fiber bernama Putri Kirana,” kata Puriyono, Jumat (4/9).
Berdasarkan informasi sementara, persoalan bermula ketika mesin perahu mengalami trouble di tengah laut. Salah seorang nelayan sempat menghubungi istrinya untuk mengabarkan kondisi tersebut.
Mesin perahu disebut sempat diperbaiki. Namun, setelah itu komunikasi kembali terputus. Saat sang istri mencoba menghubungi nomor telepon korban beberapa jam kemudian, ponsel sudah tidak aktif.
“Informasinya ada trouble mesin. Sebelumnya sempat telepon istrinya, tapi beberapa jam kemudian korban ditelepon lagi sudah tidak aktif,” jelas Puriyono.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa perahu terus bergerak terbawa ombak hingga memasuki wilayah perairan yang tidak terjangkau jaringan komunikasi.
Hingga Jumat (4/9), keduanya belum juga tiba di rumah. Tim gabungan pun mulai melakukan koordinasi untuk mencari keberadaan kedua nelayan tersebut.
Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa membenarkan adanya laporan dua nelayan Demung yang hilang. Petugas masih melakukan pencarian sekaligus menggali informasi dari nelayan setempat yang biasa melaut bersama korban.
“Masih melakukan pencarian dan pengumpulan keterangan dari para nelayan yang biasanya bersama-sama saat menangkap ikan,” ujarnya.
Pusdalops PB Situbondo juga mengimbau nelayan yang mengetahui keberadaan perahu Putri Kirana atau kedua korban segera melapor kepada petugas.
Nelayan juga diminta memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut. Terlebih, aktivitas di tengah laut sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan gelombang.
“Selalu memastikan kelengkapan keselamatan saat melaut dan tidak melaut ketika cuaca tidak memungkinkan,” imbuh Puriyono. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo