Antrean BBM Kembali Mengular, Pertamina Alihkan Pasokan Lewat Tiga Wilayah

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:54 WIB
ANTREAN PANJANG: Sejumlah pengendara mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan PB Sudirman, Karangasem, Patokan, Kecamatan Situbondo, Senin (7/9). (Ahmad Rifa
ANTREAN PANJANG: Sejumlah pengendara mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan PB Sudirman, Karangasem, Patokan, Kecamatan Situbondo, Senin (7/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Antrean panjang kembali mengular di sejumlah SPBU di Situbondo. Sejak Minggu (6/9) malam, warga harus berlama-lama menunggu demi mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Puluhan sepeda motor terlihat mengantre di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena antrean terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi. Penyebabnya baru terungkap setelah Pertamina menyebut distribusi BBM terdampak kemacetan parah di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Pantauan Jawa Pos Radar Situbondo, antrean panjang terlihat sejak Minggu malam. Sejumlah pengendara bahkan harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam sebelum bisa mengisi bahan bakar.

Asrosiyah, salah seorang warga, mengaku tidak mengetahui penyebab antrean kembali terjadi. Dia bahkan sempat khawatir kondisi tersebut berkaitan dengan kelangkaan atau perubahan harga BBM.

“Kurang tahu, tiba-tiba kembali lagi. Apakah bahan bakar mau susah atau mau naik lagi,” katanya, Senin (7/9).

Dia mengaku mengalami langsung panjangnya antrean di SPBU Mimbaan, Kecamatan Panji, Minggu malam. Datang sekitar pukul 19.00, dia baru selesai mendapatkan BBM beberapa jam kemudian.

“Tadi malam saja antreannya sangat panjang. Saya di sana setelah Isya, sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Sangat lama,” ujarnya.

Kondisi serupa kembali terlihat pada Senin. Antrean membuat warga harus mengalokasikan waktu lebih banyak hanya untuk mendapatkan BBM.

Warga lainnya, Ahmad, berharap pemerintah turut mengawasi distribusi BBM di SPBU. Dia khawatir kondisi pasokan yang tersendat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membeli BBM dalam jumlah besar menggunakan tangki motor yang dimodifikasi.

“Takutnya dimanfaatkan oleh pengumpal dari luar. Soalnya informasinya, di Jember dan Bondowoso juga sama situasinya,” ucapnya.

Menurut Ahmad, keresahan masyarakat semakin besar karena BBM eceran di sejumlah warung juga mulai sulit ditemukan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong warga dari wilayah perdesaan mendatangi SPBU di perkotaan.

“Takutnya ada oknum yang memanfaatkan momentum ini. Soalnya di warung-warung yang menjual BBM eceran juga banyak yang sudah tidak ada. Jadi masyarakat semakin panik,” imbuhnya.

Macet Ketapang Bikin Distribusi Tersendat

Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait kembali munculnya antrean BBM tersebut. Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, antrean pengguna Pertalite merupakan dampak dari tersendatnya distribusi akibat kemacetan di wilayah Banyuwangi.

Kemacetan parah terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan mobil tangki (MT) Pertamina yang membawa pasokan BBM menuju sejumlah wilayah, termasuk Situbondo dan Bondowoso.

“Kemacetan di Pelabuhan Ketapang kemarin terpantau mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer. Biasanya jarak tempuh hanya membutuhkan waktu 8 hingga 10 jam, saat ini membutuhkan sekitar 15 hingga 23 jam,” terang Ahad.

Dia menyebut sedikitnya 10 mobil tangki Pertamina terdampak kemacetan tersebut. Akibatnya, waktu distribusi BBM menjadi jauh lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, Pertamina memastikan langkah antisipasi telah disiapkan. Salah satunya dengan melakukan pengalihan pasokan dari wilayah lain untuk menjaga ketersediaan BBM di daerah yang terdampak.

“Setelah koordinasi lintas wilayah, kami siapkan skema alih suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah yang terdampak. Pasokan dialihkan melalui Malang, Madiun, dan juga Surabaya,” tegasnya.

Dengan skema tersebut, Pertamina berharap pasokan BBM di Situbondo dan wilayah terdampak lainnya kembali normal setelah arus distribusi dari jalur Ketapang berangsur lancar. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Pertalite Situbondo Antrean BBM Situbondo SPBU Situbondo Distribusi BBM pelabuhan ketapang