RADARSITUBONDO.ID - Ancaman kebakaran mulai mendekati kawasan Savana Cikasur. Meski hingga Selasa (8/9) api belum membakar kawasan savana yang berada di kawasan konservasi tersebut, titik kebakaran terdeteksi hanya sekitar 350 meter dari Cikasur.
Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo memperkuat kesiapsiagaan. Selasa (8/9), petugas mendirikan tenda di kawasan konservasi BBKSDA Pos Baderan, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, sebagai titik siaga untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas ke kawasan Cikasur.
Koordinator BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, informasi mengenai titik api diperoleh dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Pos Baderan. Api terdeteksi berada sekitar 350 meter dari Savana Cikasur.
“Cikasur tidak terbakar, namun ada sebuah kebakaran hutan kabupaten tetangga, yang dikhawatirkan percikan apinya meluas ke Cikasur,” ujar Puriyono.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, sebanyak 29 personel gabungan telah diberangkatkan ke lokasi sejak Senin (7/9) pukul 07.00. Mereka terdiri atas Masyarakat Peduli Api, Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo, Polsek Sumbermalang, Koramil Sumbermalang, serta Tagana Dinas Sosial.
Personel tidak hanya disiapkan untuk melakukan pemadaman apabila api bergerak mendekat. Tim juga mendapat tugas melakukan langkah pencegahan, terutama di kawasan camping dan batas savana yang dinilai perlu mendapat perlindungan.
“Tim gabungan yang harus siap siaga ini sudah dibriefing. Fokusnya pemadaman secepat mungkin sebelum cuaca semakin panas, pembuatan ilaran atau sekat bakar di sekitar area camping dan batas savana menggunakan mesin potong, serta mengutamakan keselamatan dan logistik,” tegas Puriyono.
Medan pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi personel. Akses menuju lokasi cukup sulit, sementara ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Baderan juga terbatas. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala ketika petugas harus bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
Persoalan lain adalah komunikasi. Di lapangan, belum tersedia perangkat HT yang siap digunakan untuk mendukung komunikasi antarpetugas selama melakukan pemantauan maupun pemadaman.
Meski demikian, kondisi titik api dilaporkan mulai mereda. Intensitas api yang terlihat dari jarak sekitar 350 meter dari Cikasur sudah berkurang. Namun, BPBD belum mengendurkan kewaspadaan.
Sebab, angin kencang masih menjadi ancaman. Tiupan angin berpotensi membawa percikan api ke arah yang sulit diprediksi, terlebih kondisi kawasan pegunungan dan vegetasi yang mudah terbakar.
“Beruntung intensitas api yang terlihat di jarak 350 meter sudah berkurang. Namun personel BPBD terus bersiaga untuk memastikan situasi benar-benar aman. Mengingat cuaca angin sangat kencang dan dikhawatirkan membawa percikan api dari segala arah,” pungkas Puriyono. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo