Pindah SPBU Tak Menyelesaikan Masalah, Antrean Pertalite di Situbondo Makin Panjang

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:18 WIB
MENGULAR: Puluhan pemotor antre untuk mengisi BBM di Jalan Raya Watulunggu, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, Selasa (8/9). (HUMAIDI/JPRS)
MENGULAR: Puluhan pemotor antre untuk mengisi BBM di Jalan Raya Watulunggu, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, Selasa (8/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Berharap mendapatkan pertalite lebih cepat dengan berpindah SPBU, sejumlah warga Situbondo justru harus menghadapi antrean yang lebih panjang. Selasa (8/9), antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU hingga keluar area pengisian dan memenuhi badan jalan.

Kondisi tersebut membuat warga menilai gangguan pasokan BBM kali ini jauh lebih parah dibanding sebelumnya. Hampir di setiap SPBU, antrean terlihat mengular, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pemandangan mencolok terlihat di SPBU Watulungguh, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Ratusan pemotor mengantre hingga ke utara jembatan. Barisan kendaraan roda empat juga terlihat memanjang di lokasi tersebut.

Rohman, warga Kecamatan Panji, menjadi salah satu pengendara yang harus bertahan dalam antrean. Dia mengaku sudah sekitar 30 menit menunggu untuk mendapatkan pertalite.

“Saya antre kurang lebih 30 menit. Ini terpaksa antre agar bisa dapat. Kalau mengalah atau pulang BBM bisa habis di tengah jalan. Sedangkan mau beli eceran juga tidak ada,” ujar Rohman.

Antrean panjang itu bukan pengalaman pertama bagi Rohman. Sebelumnya, dia sempat mencoba mengisi BBM di SPBU Kapongan. Karena memiliki keperluan lain, dia kemudian berpindah ke SPBU Kotakan dengan harapan antreannya lebih pendek.

Namun, harapan tersebut justru berbanding terbalik. Sesampainya di Kotakan, antrean kendaraan ternyata jauh lebih panjang.

“Saya antre di SPBU Kapongan, tidak sabar pindah ke sini (SPBU Kotakan), ternyata lebih parah. Di SPBU Panji juga antre. Saya merasa antrean saat ini lebih parah dibanding yang sebelum-sebelumnya,” tegas Rohman.

Kondisi serupa dirasakan Huzaini, pengendara motor asal Desa Klampokan, Kecamatan Panji. Dia mengaku membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengantre pertalite di SPBU Kotakan.

Bagi Huzaini, panjangnya antrean sebenarnya bukan persoalan utama. Kekhawatiran justru muncul ketika sudah menghabiskan waktu lama mengantre, tetapi stok pertalite habis sebelum kendaraannya mendapatkan giliran.

“Urusan antre panjang saya tidak resah, yang saya khawatirkan takut saat tiba di antrean, pertalite sudah habis. Soalnya banyak teman saya yang ngeluh antre panjang, pas dekat dengan pengisian pertalite-nya habis,” ujar Huzaini sambil tertawa lepas. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Pertalite Situbondo BBM Situbondo Antrean Pertalite SPBU Kotakan Kelangkaan BBM