RADARSITUBONDO.ID – Malam yang semula berjalan biasa di sebuah warung di Dusun Cangring, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, berubah mendadak. Seorang pria berusia 63 tahun ditemukan tak sadarkan diri setelah mengeluh pusing, lalu meninggal dunia.
Pria berinisial BN, warga Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, itu datang ke lokasi sekitar pukul 20.15, Rabu (9/9). Dia mengendarai sepeda motor Honda Supra bernopol P 6404 EG.
Setibanya di warung, BN disebut langsung memesan teh hangat. Sambil menunggu, dia berbincang dengan penjaga warung.
Namun, tidak lama kemudian kondisinya berubah. BN mengeluh pusing dan tubuhnya terlihat hampir terjatuh. Dia kemudian membaringkan diri di kursi panjang yang ada di warung tersebut.
Saat hendak dibangunkan, BN ternyata sudah tidak sadarkan diri. Warga yang berada di lokasi kemudian melakukan pengecekan dan mendapati korban sudah meninggal dunia.
“Itu sempat pusing lalu berbaring di kursi panjang. Begitu dibangunkan sudah meninggal,” ujar salah seorang warga Desa Kotakan yang enggan disebutkan namanya, Kamis (10/9).
Warga selanjutnya menghubungi anggota Polsek Situbondo. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Situbondo untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Ditemukan Bungkus Obat di Jok Motor
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sebuah bungkus obat atau kapsul yang disebut bermerek Stamina Buaya Jantan di dalam jok sepeda motor milik korban.
Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa korban sebelumnya mengonsumsi obat kuat. Namun, temuan itu belum dapat dijadikan kepastian bahwa obat tersebut menjadi penyebab kematian.
“Di jok motornya ada bungkus semacam obat kuat. Mungkin sudah mengkonsumsi jantungnya tidak kuat atau gimana saya kurang paham,” tutur warga tersebut.
Kapolsek Kota Situbondo IPTU Mardi Hartoyo mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat serangan darah tinggi.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil visum luar.
“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga,” pungkas IPTU Mardi Hartoyo.
Dengan demikian, dugaan konsumsi obat kuat masih sebatas informasi yang muncul dari temuan di kendaraan korban. Sementara keterangan medis kepolisian menyebut dugaan penyebab kematian adalah serangan darah tinggi. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo