Hilang 17 Hari, Kapal Pancing Nelayan Situbondo Ditemukan di Sampang

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 19:58 WIB
SERAH TERIMA: Kasatpolairud Polres Situbondo, mengembalikan kapal pancing di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kamis (10/9). (HUMAIDI/JPRS)
SERAH TERIMA: Kasatpolairud Polres Situbondo, mengembalikan kapal pancing di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kamis (10/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Penantian Taufiq Qurrahman, 25, berakhir setelah kapal pancing miliknya yang hilang selama 17 hari akhirnya kembali ke Situbondo. Kapal fiber tersebut ditemukan di perairan Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, setelah sebelumnya dilaporkan hilang dari perairan Pantai Cemara Indah.

Kapal milik warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, itu diserahkan Satpolairud Polres Situbondo di Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kamis (10/9). Kondisinya disebut masih lengkap.

Perjalanan kapal tersebut cukup panjang. Kapal awalnya ditemukan nelayan di perairan Desa Tanjung pada 29 Agustus, atau enam hari setelah Taufiq kehilangan kapal tersebut pada 23 Agustus.

Saat itu, kapal tengah diparkir di perairan Pantai Cemara Indah, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan. Taufiq mengaku kapal sudah diikat pada kayu di pasir sebelum ditinggalkan.

Namun, ketika keesokan harinya hendak digunakan untuk melaut, kapal tersebut sudah tidak berada di lokasi.

“Saat itu petugas langsung menyebar foto dan video kapal ke grup WhatsApp nelayan Situbondo hingga Madura. Dengan begitu kapal saya ini ketemu,” ujar Taufiq.

Setelah informasi keberadaan kapal diketahui, proses pemulangan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kapal harus ditarik menggunakan kapal kayu bernama Surya dari perairan Sampang menuju Situbondo.

Jarak yang ditempuh mencapai sekitar 80 kilometer. Proses derek bahkan membutuhkan waktu cukup lama hingga kapal akhirnya tiba di perairan Situbondo.

Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, kapal tersebut baru bisa sandar di Pelabuhan Kalbut sekitar pukul 20.15, Rabu (9/9).

“Proses dereknya dari perairan Sumenep cukup memakan waktu,” ujar AKP Gede.

Terbantu Jaringan Nelayan Situbondo-Madura

AKP Gede mengatakan, keberhasilan menemukan kapal tersebut tidak lepas dari koordinasi antara Satpolairud Polres Situbondo, jajaran kepolisian di wilayah Madura, serta jaringan komunikasi antarnelayan.

Begitu menerima laporan kehilangan, petugas menyebarkan informasi berupa foto dan video kapal melalui grup komunikasi nelayan. Informasi tersebut kemudian menyebar hingga wilayah perairan Madura.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Nelayan menemukan kapal yang ciri-cirinya sesuai dengan laporan di perairan Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

“Alhamdulillah, kapal pancingan milik korban telah ditemukan kembali dalam keadaan lengkap. Ini berkat koordinasi dengan Satpolairud Madura dan grup nelayan,” kata AKP Gede.

Bagi Taufiq, kembalinya kapal tersebut menjadi kelegaan tersendiri. Sebab, kapal yang digunakan untuk mencari ikan itu memiliki nilai ekonomi cukup besar.

Dia memperkirakan kerugian yang harus ditanggung jika kapal tersebut benar-benar hilang mencapai sekitar Rp27 juta.

Taufiq pun menyampaikan apresiasi kepada Satpolairud Polres Situbondo dan para nelayan yang membantu menyebarkan informasi hingga kapal miliknya ditemukan.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Satpolairud. Kalau hilang rugi Rp27 jutaan,” pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo Satpolairud Situbondo Kapal hilang kapal nelayan sampang