RADARSITUBONDO.ID – Penantian terhadap beroperasinya Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) mulai memasuki tahap akhir. Jalan tol tahap pertama ruas Gending-Besuki sepanjang sekitar 50 kilometer disebut telah rampung secara fisik dan ditargetkan bisa beroperasi sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun, kendaraan belum bisa langsung melintas. Sejumlah tahapan administratif masih harus dituntaskan, mulai penerbitan Sertifikat Operasi hingga penetapan tarif resmi oleh pemerintah.
Kepala Tim Pembangunan Tol Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Ya'foor Sulaiman mengatakan, pembangunan Tol Prosiwangi Tahap I terbagi dalam tiga paket.
Paket 1 mencakup ruas Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer. Paket 2 merupakan ruas Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer. Sedangkan Paket 3 membentang dari Paiton hingga Besuki dengan panjang 25,60 kilometer.
“Untuk Paket 1 dan 2, Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) telah terbit sejak Februari lalu. Saat ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah memproses pengajuan Sertifikat Operasi,” kata Ya'foor.
Sertifikat Operasi menjadi salah satu syarat penting sebelum ruas tol dapat digunakan secara resmi oleh masyarakat. Setelah proses tersebut tuntas, pemerintah juga akan menetapkan tarif tol.
“Kalau jalan utamanya (main road) sudah 100 persen selesai. Untuk Paket 1 dan 2, SLFO-nya sudah keluar dan sedang mengajukan Sertifikat Operasi. Keluarnya sertifikat ini nantinya akan berbarengan dengan penentuan tarif,” jelasnya.
Paket 3 Masih Tuntaskan Rekomendasi
Sementara itu, Paket 3 Paiton-Besuki masih menjalani sejumlah tahapan penyelesaian. Pengujian laik fungsi ruas tersebut baru diselesaikan pada awal Agustus.
Setelah uji laik fungsi, BUJT kini menindaklanjuti sejumlah rekomendasi. Perbaikan tidak hanya menyangkut kondisi lapangan, tetapi juga kelengkapan administrasi sebelum SLFO diterbitkan.
Di sisi lain, fasilitas pendukung berupa Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area di Paket 3 masih dalam tahap pembangunan. Hingga akhir Agustus, progresnya baru sekitar 22 persen.
Ya'foor menargetkan pembangunan rest area di jalur A dan B tersebut rampung pada November. Meski belum selesai seluruhnya, kondisi itu dinilai tidak otomatis menghambat pengoperasian jalan utama.
“Sebab, pembangunan rest area dipastikan tidak menghambat pengoperasian jalan utama karena penyediaan pelayanan darurat dapat disesuaikan secara bertahap,” ungkapnya.
Artinya, fokus penyelesaian kini tidak hanya berada di badan jalan. Sejumlah aspek pendukung dan administrasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan ruas tol benar-benar aman dan layak digunakan.
Sambungan ke Tol Pasuruan-Probolinggo Jadi Titik Krusial
Titik lain yang masih menjadi perhatian adalah penyambungan ruas Tol Prosiwangi dengan jaringan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Simpang Susun Gending.
Jalur penghubung sepanjang sekitar 500 meter tersebut telah menjalani uji laik fungsi pada pertengahan Juli. Saat ini, tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil pengujian disebut telah mencapai 95 persen.
Menurut Ya'foor, uji laik fungsi dilakukan tim gabungan dengan mengevaluasi berbagai aspek keselamatan prasarana. Salah satunya sistem drainase yang menjadi perhatian karena wilayah tersebut memiliki potensi curah hujan tinggi.
Kondisi geografis wilayah timur juga menjadi pertimbangan, termasuk karakteristik kawasan yang didominasi batuan keras.
“Dari sisi lalu lintas, pelebaran jalan di titik persimpangan seperti exit tol Besuki juga telah diselesaikan guna meminimalkan dampak kemacetan pada jalan nasional existing,” ujarnya.
Jika seluruh proses administrasi, sertifikasi, serta penetapan tarif dapat diselesaikan sesuai target, Tol Prosiwangi Tahap I diharapkan sudah dapat digunakan sebelum libur Nataru.
Kehadiran ruas Gending-Besuki ini diharapkan menjadi alternatif baru bagi kendaraan yang selama ini mengandalkan jalur Pantura. Distribusi arus kendaraan diharapkan lebih terbagi sehingga tekanan lalu lintas dan potensi kemacetan di jalur nasional dapat ditekan.
Sementara untuk Tahap II yang akan melanjutkan pembangunan dari Besuki hingga Ketapang, Banyuwangi, pemerintah daerah dan pelaksana proyek masih menunggu arahan serta kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Kemudian untuk kelanjutan pembangunan Tahap 2 yang melintasi Besuki hingga Ketapang, Banyuwangi, kami masih menunggu arahan dan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” pungkas Ya'foor. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo