SMAN 1 Panji Jadi Tuan Rumah Monev SMA Double Track, 11 Sekolah Pamerkan Karya Siswa

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB
MONITORING: Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd. (tengah), mendampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jatim, Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. (kiri) mengunjungi stand SMA Double Track SMAN 1 Panji, Jumat (11/9). (Ahmad Rifa
MONITORING: Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, M.Pd. (tengah), mendampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jatim, Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. (kiri) mengunjungi stand SMA Double Track SMAN 1 Panji, Jumat (11/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Pendidikan SMA tak cukup hanya mengejar nilai akademik. Bekal keterampilan menjadi modal penting bagi siswa ketika memasuki dunia kerja maupun memilih jalan sebagai wirausahawan. Pesan itu mengemuka dalam monitoring dan evaluasi (monev) Program SMA Double Track yang digelar di SMAN 1 Panji, Jumat (11/9).

SMAN 1 Panji dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan SMA Double Track wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Situbondo-Bondowoso. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso-Situbondo Slamet Riyadi, M.Pd., dan jajaran.

Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Jatim tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan dan perkembangan program keterampilan yang dijalankan sekolah. Kepala SMAN 1 Panji Hamidah, M.Pd., menyambut baik kepercayaan tersebut.

“Alhamdulillah, SMAN 1 Panji dipercaya menjadi tuan rumah dalam monev kegiatan SMA Double Track wilayah Situbondo dan Bondowoso tahun 2026 yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama ITS Surabaya,” kata Hamidah.

Menurut dia, SMA Double Track merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan ITS Surabaya. Program tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk memperoleh keterampilan praktis di luar pembelajaran akademik.

Harapannya, lulusan SMA tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mempunyai kemampuan yang bisa digunakan untuk bekerja maupun merintis usaha. “Dampak yang kami harapkan adalah bagaimana mereka ketika sudah lulus nantinya siap bekerja, bahkan mampu membuka usaha sendiri,” tegasnya.

SMAN 1 Panji sendiri telah menjalankan Program SMA Double Track sejak 2019. Tiga bidang keterampilan yang dikembangkan meliputi tata boga, desain grafis, dan tata kecantikan.

Hasil pembelajaran tersebut mulai terlihat dalam berbagai kegiatan. Siswa bidang tata kecantikan telah terlibat dalam rias untuk ajang fashion show. Sementara siswa tata boga telah memasarkan produk kuliner dalam sejumlah kegiatan dan menghasilkan omzet, di antaranya saat Harlah SMAJI dan Festival Ramadan.

Tak kalah menarik, bidang desain grafis juga menghasilkan sejumlah produk kreatif. Para siswa telah memproduksi kaos sablon, pin, dan berbagai produk lainnya sebagai bagian dari praktik keterampilan sekaligus pengenalan dunia usaha.

Monev di SMAN 1 Panji juga diramaikan pameran produk dari 11 sekolah di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Situbondo-Bondowoso. Masing-masing sekolah membuka stand untuk menampilkan hasil karya dan produk unggulan siswa.

Sebelas sekolah tersebut yakni SMAN 1 Panji, SMAN 1 Panarukan, SMAN 1 Asembagus, SMAN 1 Kapongan, SMAN 1 Besuki, SMAN 1 Banyuputih, SMAN 1 Suboh, SMAN 1 Prajekan, SMAN 1 Pujer, SMAN 1 Tapen, dan SMAN Grujugan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi keterlibatan sekolah dalam pameran tersebut. Menurut dia, kegiatan itu bukan sekadar ajang menampilkan hasil pembelajaran, tetapi menjadi bukti bahwa sekolah dapat memberikan keterampilan nyata kepada peserta didik.

“Kegiatan ini bukan hanya proses untuk menampilkan hasil kegiatan biasa saja, tetapi melalui kegiatan ini kita ingin anak-anak memiliki keterampilan,” ujarnya.

Aries meminta kepala sekolah dan trainer tidak memandang SMA Double Track sekadar sebagai tambahan pembelajaran keterampilan. Program tersebut harus memiliki dampak nyata terhadap masa depan siswa setelah menyelesaikan pendidikan SMA.

Sebab, tidak semua lulusan SMA akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, keterampilan menjadi salah satu bekal penting agar mereka dapat memasuki dunia kerja dengan lebih siap atau mengembangkan usaha secara mandiri.

“Di sekolah (SMA) ada sebagian anak didik yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena itu, menjadi tanggung jawab sekolah untuk membekali skill kepada siswa-siswinya agar ketika lulus mereka sudah siap bekerja,” jelasnya.

Aries menegaskan, proses pendidikan harus terus disempurnakan dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi peserta didik. Dengan begitu, lulusan SMA diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan pilihan masa depannya.

“Jadi tugas kita adalah menyempurnakan dan meluluskan anak-anak didik dengan skill dan kebutuhan yang mereka inginkan,” tegasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
SMA Double Track Pendidikan Jatim keterampilan siswa monev sekolah SMAN 1 Panji