RADARSITUBONDO.ID – Suara angin kencang berubah menjadi kepanikan bagi Biyani, 69, warga Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Minggu (13/9). Rumah permanen miliknya mendadak dihantam angin hingga bagian atap hancur dan sejumlah perabotan rumah tangga rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Sebelum kejadian, angin kencang memang sudah berembus sejak pagi. Namun, tekanannya semakin kuat sekitar tengah hari hingga membuat atap rumah Biyani yang berukuran 10 x 6 meter tidak mampu bertahan.
Koordinator BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, kerusakan meliputi bagian atap yang menggunakan asbes dan konstruksi kayu. Sejumlah perabotan rumah tangga juga ikut terdampak akibat terjangan angin.
“Bagian atap hancur semua, perabotannya banyak yang rusak, taksiran kerugian kurang lebih Rp15 juta,” tegas Puriyono.
Saat angin mulai mengganas, Biyani diketahui sedang berada di luar rumah. Dia tidak berani masuk sebelum kondisi kembali reda. Tak lama berselang, angin mengangkat bagian atap rumah hingga menyebabkan bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Meski demikian, kerusakan rumah membuat Biyani harus menghadapi kondisi sulit karena untuk sementara tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kalau korban luka maupun jiwa tidak ada. Tapi pemilik rumah sangat sedih karena tidak memiliki tempat tinggal untuk sementara waktu,” ujar Puriyono.
Mendapat laporan kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung bergerak menuju lokasi bersama unsur terkait. Petugas melakukan peninjauan kondisi rumah, koordinasi lintas sektor, serta asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui tingkat kerusakan dan nilai kerugian.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Angin kencang dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Situbondo sehingga warga diminta mengantisipasi kondisi yang dapat membahayakan keselamatan maupun bangunan.
“Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo,” pungkas Puriyono. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo