Warga Tenggir Tewas di Warung Remang-Remang, Temuan Polisi Tak Ada Luka Kekerasan

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:27 WIB
BIKIN GEGER: Anggota polsek kota dan warga mengevakuasi jenazah Nurhaidi, 60, warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, di warung remang-remang Desa Kotakan, Senin (14/9) dini hari. (HUMAIDI/JPRS)
BIKIN GEGER: Anggota polsek kota dan warga mengevakuasi jenazah Nurhaidi, 60, warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, di warung remang-remang Desa Kotakan, Senin (14/9) dini hari. (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Suasana dini hari di sebuah warung di Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, mendadak berubah. Nurhaidi, 60, warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, ditemukan meninggal dunia di atas dipan bambu, Senin (14/9). Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Nurhaidi ditemukan dalam posisi terlentang di halaman warung milik Mujiono, 53, yang berada di belakang Balai Desa Kotakan. Korban pertama kali ditemukan Adam, 70, saat hendak menyiram halaman rumah.

Melihat seseorang terbaring dalam kondisi tidak bergerak, Adam kemudian menghubungi pemilik warung. Perangkat desa dan kepolisian selanjutnya didatangkan ke lokasi untuk memastikan identitas serta kondisi korban.

“Saksi menemukan Nurhaidi dalam posisi terlentang dengan tangan kiri menggantung ke bawah. Melihat kondisi tersebut, saksi Adam segera menghubungi pemilik warung,” ujar Kapolsek Kota Iptu Mardi Hartoyo.

Petugas Polsek Kota bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo kemudian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban. Di antaranya satu unit telepon seluler berwarna hitam, sebotol air mineral, serta sepeda motor Honda Prima.

“Kami berhasil mengamankan sejumlah barang milik korban berupa satu unit handphone warna hitam, satu botol air mineral, dan satu unit sepeda motor Honda Prima,” tutur Iptu Mardi.

Tim medis juga melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan. Polisi menyebut sejumlah kondisi pada tubuh korban diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan.

Meski demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan luar. Polisi juga tidak menemukan indikasi awal adanya tindak kekerasan di lokasi kejadian.

Keluarga korban kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi. Mereka membuat surat pernyataan tertulis dan menyatakan tidak akan melakukan penuntutan terhadap pihak mana pun.

“Pihak keluarga korban menyatakan tidak menyalahkan pihak manapun,” pungkas Iptu Mardi.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi masih mencatat kejadian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi di lokasi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo Warung Kotakan Warga Tenggir Nurhaidi meninggal Polsek Kota