Utang Rp50 Juta Belum Dibayar, Kontraktor KDMP Berdalih Tunggu Bank Cair

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 21:13 WIB
PROYEK NEGARA: Sejumlah pekerja sibuk membangun gedung KDMP di Kecamatan Jangkar, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)
PROYEK NEGARA: Sejumlah pekerja sibuk membangun gedung KDMP di Kecamatan Jangkar, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Janji pelunasan tunggakan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jangkar kembali molor. ZK, mandor pembangunan tujuh gedung KDMP, menyatakan siap melunasi gaji pekerja dan utang kepada sejumlah toko bangunan. Namun, pembayaran masih menunggu pencairan pinjaman dari bank.

Kondisi itu membuat sejumlah pekerja dan pihak yang memasok material bangunan masih resah. Sebab, meski telah dibuat perjanjian tertulis bermaterai, pembayaran yang dijanjikan belum juga terealisasi hingga Selasa (15/9).

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, ZK sebelumnya berjanji melunasi tanggungan pada 11 September. Janji tersebut merupakan kesepakatan yang dibuat sekitar dua pekan sebelumnya, tepatnya 4 September.

“ZK ini sudah pernah janji mau bayar pekan lalu (11/9), tapi meleset lagi. Yang bikin perjanjian dua pekan sebelumnya (4/9). Sampai sekarang belum juga bayar. Ini sudah ada perjanjian bermaterai,” ujarnya.

Menurut dia, ZK telah beberapa kali menyampaikan janji serupa. Namun, alasan pembayaran kembali berkaitan dengan proses pengajuan pinjaman bank yang belum cair. Kondisi tersebut membuat pekerja khawatir karena mereka masih menunggu hak berupa sisa upah.

Sumber tersebut juga menyebut perjanjian pembayaran telah disaksikan sejumlah anggota TNI. Namun, kesepakatan tertulis itu belum menyelesaikan persoalan karena pembayaran tetap bergantung pada pencairan dana pinjaman.

“Surat perjanjian memang ada, tapi surat itu kan tidak bisa berfungsi juga kalau peminjaman di bank tidak lancar,” katanya.

Besaran tanggungan yang disebut belum dibayarkan juga cukup beragam. Di antaranya pembelian besi sekitar Rp 7 juta, upah tukang Rp 3 juta, serta belanja sejumlah material dan perlengkapan di toko perabotan sekitar Rp 7 juta.

“ Tanggungan ke saya pribadi Rp 50 juta, lain lagi utang ke toko-toko alat bangunan,” cetus pria asal Kecamatan Besuki tersebut.

ZK diketahui menjadi kontraktor yang mengerjakan tujuh gedung KDMP. Namun, hingga berita ini ditulis, ZK belum memberikan tanggapan mengenai tunggakan tersebut maupun perkembangan pencairan pinjaman bank.

Konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Pesan terlihat terkirim, namun tidak mendapat balasan. Panggilan telepon juga tidak diangkat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
KDMP Jangkar kontraktor KDMP gaji pekerja utang toko pinjaman bank