RADARSITUBONDO.ID – Ketiadaan Tanah Kas Desa (TKD) membuat Pemerintah Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, harus mencari alternatif lokasi untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pilihan akhirnya mengarah ke lahan SDN 3 Wonokoyo.
Kepala Desa Wonokoyo Subairi mengatakan, lahan sekolah tersebut menjadi pilihan setelah sejumlah lokasi lain tidak memenuhi syarat. Salah satunya karena luas lahan yang terlalu sempit.
“TKD Desa Wonokoyo berada di Desa Landangan sehingga dirasa tidak relevan apabila tetap dipaksakan untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan KDMP,” kata Subairi.
Selain berada di desa lain, lahan TKD tersebut juga dinilai rawan banjir saat musim hujan. Kondisi itu membuat pemerintah desa mencari lokasi yang berada di wilayah Desa Wonokoyo.
Setelah dilakukan survei, lahan SDN 3 Wonokoyo dinilai cukup luas dan memungkinkan untuk digunakan bersama. Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan kepala sekolah terkait rencana tersebut.
“Awalnya kami mengajukan di lokasi lain. Tetapi, tidak memenuhi syarat karena terlalu sempit,” ujarnya.
Subairi menyebut kepala sekolah saat itu menyampaikan akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Menurut dia, dalam komunikasi awal tersebut tidak ada penolakan terhadap rencana pemanfaatan lahan sekolah.
Siswa Hanya Sekitar 15 Orang
Salah satu pertimbangan lain, kata Subairi, adalah jumlah siswa SDN 3 Wonokoyo yang relatif sedikit. Saat ini, siswa di sekolah tersebut hanya sekitar 15 orang.
Bahkan, sebagian besar siswa disebut bukan berasal dari Desa Wonokoyo, melainkan dari Desa Seletreng.
Subairi menyebut minimnya jumlah siswa berkaitan dengan persoalan yang terjadi pada masa lalu. Kondisi tersebut membuat sebagian warga Wonokoyo memilih menyekolahkan anaknya di sekolah lain.
“Jumlah siswanya sedikit, sementara jumlah gurunya masih cukup banyak,” ungkapnya.
Dia menegaskan, rencana pemanfaatan lahan tersebut bukan untuk mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Menurutnya, masih terdapat ruang dan taman yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan KDMP tanpa menghilangkan ruang bermain maupun aktivitas siswa.
“Kita bukan mau mengganggu KBM, tetapi memang tidak ada lahan. Apalagi, yang sekolah di sana sedikit,” tegasnya.
Pihak dinas, lanjut Subairi, bahkan telah mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi lahan dan memastikan kemungkinan pemanfaatannya sebagai lokasi KDMP.
Berharap KDMP Ikut Hidupkan Sekolah
Subairi mengatakan, pemanfaatan lahan sekolah untuk KDMP bukan hal yang hanya terjadi di Wonokoyo. Sejumlah desa lain juga disebut menggunakan areal sekolah untuk pembangunan koperasi tersebut, termasuk salah satu desa di Kecamatan Arjasa.
Karena itu, pihaknya mencoba mengusulkan SDN 3 Wonokoyo sebagai alternatif lokasi. Selain menjawab persoalan keterbatasan lahan, keberadaan KDMP diharapkan bisa memberikan aktivitas baru di kawasan sekolah.
Dia bahkan berharap keberadaan KDMP nantinya turut membuat sekolah lebih ramai dan kembali diminati masyarakat.
“Kalaupun diterima, ya syukur. Tetapi kalau tidak diterima juga tidak jadi masalah. Jika KDKMP di Desa Wonokoyo tidak ada, saya tidak keberatan juga,” katanya.
Menurut Subairi, pilihan tersebut semata-mata didasarkan pada kondisi lahan yang dianggap cukup luas serta pertimbangan agar aktivitas siswa tetap berjalan.
“Apalagi KDMP adalah perintah Presiden. Jadi, mau gimana lagi,” tegasnya.
Dia berharap, jika rencana tersebut terealisasi, keberadaan KDMP juga bisa berdampak terhadap SDN 3 Wonokoyo yang kini memiliki jumlah siswa terbatas.
“Kan bisa ramai juga sekolah di sana apabila ada KDMP,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo