Bakar Sampah di Ladang, Nenek 62 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 21:11 WIB
EVAKUASI MAYAT: Tim medis mengevakuasi jenazah Astiya, warga Kampung Bringin, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Selasa lalu (15/9). (HUMAIDI/JPRS)
EVAKUASI MAYAT: Tim medis mengevakuasi jenazah Astiya, warga Kampung Bringin, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Selasa lalu (15/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Aktivitas membersihkan ladang berujung petaka bagi Astiya, 62, warga Kampung Bringin, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur. Niat membakar sampah di ladang sendiri berubah tragis setelah perempuan lanjut usia itu diduga terjebak kobaran api hingga meninggal dunia, Selasa (15/9).

Astiya berangkat ke ladang sekitar pukul 08.00. Ia diantar anaknya, Satihatul Jannah, 35, menggunakan sepeda motor. Namun, perjalanan tidak bisa dilanjutkan hingga lokasi karena akses menuju ladang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Setelah turun di jalan aspal Selobanteng, Astiya berjalan sekitar satu kilometer menuju ladangnya.

Sekitar pukul 09.30, Astiya bertemu tetangganya, Astina, 51, yang juga sedang beraktivitas di ladang tidak jauh dari lokasi. Keduanya sempat berbincang sekitar sepuluh menit sebelum kembali membersihkan ladang masing-masing.

Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso mengatakan, kedua perempuan tersebut kemudian sama-sama membakar sampah di ladang masing-masing.

“Korban sempat mengobrol sekitar sepuluh menit dengan Astina. Setelah itu keduanya membakar sampah di ladangnya masing-masing,” ujar Teguh, Rabu (16/9).

Dipanggil Tak Menjawab

Petaka diketahui ketika matahari mulai meninggi. Astina sempat memanggil Astiya, tetapi tidak mendapat jawaban.

Merasa curiga, Astina kemudian mencari keberadaan tetangganya tersebut. Tidak lama kemudian, Astina menemukan Astiya sudah dalam kondisi terbakar dan meninggal dunia.

“Ditemukan meninggal sekitar pukul 10.30. Yang menemukan temannya yang sama-sama membersihkan ladang,” imbuh Teguh.

Astina kemudian menghubungi keluarga korban. Informasi tersebut juga diteruskan kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Banyuglugur bersama tim Inafis Polres Situbondo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan korban meninggal akibat terbakar api yang berasal dari aktivitas pembakaran di ladangnya. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP, korban meninggal akibat terbakar api dari ladangnya sendiri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Teguh.

Pihak keluarga menyatakan keberatan dilakukan autopsi dan menyampaikan tidak akan menuntut. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Astiya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah atau vegetasi di lahan terbuka. Terlebih saat kondisi kering, api dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

“Jenazah sudah kami serahkan ke keluarga. Kami imbau warga berhati-hati saat membakar lahan, terutama di musim kemarau karena api cepat menyebar,” pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Astiya Selobanteng kebakaran ladang Banyuglugur Situbondo nenek tewas bakar sampah