RADARSITUBONDO.ID – Ribuan lulusan Universitas Ibrahimy Sukorejo bakal menjalani momentum penting pada 21–22 September 2026. Bukan sekadar seremoni kelulusan, Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy juga menghadirkan dua menteri untuk menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan.
Sebanyak 1.053 wisudawan dan wisudawati dari 25 program studi berbagai jenjang, mulai diploma, sarjana hingga magister, akan mengikuti rangkaian Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Wisuda digelar dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung Senin, 21 September 2026. Sementara tahap kedua dilaksanakan Selasa, 22 September 2026. Sebelum pelaksanaan, gladi kotor dan gladi bersih dijadwalkan pada Jumat dan Sabtu, 18–19 September 2026.
Yang menarik, dua menteri dijadwalkan hadir dalam dua hari pelaksanaan wisuda tersebut.
Pada 21 September, orasi ilmiah akan disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Sehari berikutnya, 22 September, giliran Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah.
Sejumlah pejabat daerah dan pendidikan tinggi juga dijadwalkan menghadiri agenda tersebut. Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Suyitno, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Dyah Sawitri.
Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Situbondo, hadir Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah.
Sementara dari lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan Universitas Ibrahimy, hadir Pengasuh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (H.C.) KH Afifuddin Muhajir, Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Kabid Dikti Dr. Minhaji, Rektor Dr. H. Khoirul Anwar, serta jajaran wakil rektor.
Ketua Panitia Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy, Zainuddin, M.Pd., mengatakan momentum wisuda diharapkan tidak berhenti pada perayaan kelulusan. Para alumni diharapkan mampu membawa nilai-nilai pesantren dalam kehidupan bermasyarakat, sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Menurut dia, Universitas Ibrahimy sebagai perguruan tinggi pesantren memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai keislaman sekaligus membentuk karakter generasi mendatang.
“Lulusan perguruan tinggi pesantren diharapkan mampu pada setiap gerakannya membawa kemaslahatan, setiap pemikiran menjadikan perubahan, setiap ajaran menjadi pedoman dan setiap fatwa menjadi renungan,” kata Zainuddin.
Dia menambahkan, para lulusan dari bidang eksakta, sosial humaniora, maupun kajian keilmuan lainnya diharapkan dapat menjadi generasi penerus perjuangan sesuai kompetensi masing-masing.
Semangat tersebut, lanjut Zainuddin, sejalan dengan cita-cita para muassis Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Dia juga mengingat kembali dawuh almaghfurlah KHR As’ad Syamsul Arifin bahwa santri Sukorejo bukan hanya menjadi cadangan agama, tetapi juga cadangan bangsa dan negara.
Dengan jumlah lulusan mencapai 1.053 orang, Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy menjadi salah satu momentum penting bagi keluarga besar kampus dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Selain menandai berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa, agenda tersebut sekaligus menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran lulusan perguruan tinggi pesantren di tengah masyarakat. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo