RADARSITUBONDO.ID – Janji pembayaran yang tak kunjung terealisasi membuat keresahan sejumlah pekerja dan pemilik toko dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Situbondo semakin memuncak. Mereka berencana kembali mendatangi Kodim 0823 Situbondo untuk meminta bantuan penyelesaian pembayaran.
Tak sekadar meminta kepastian pelunasan, para korban juga berharap ada aset milik kontraktor Zaki yang dapat dijadikan jaminan pembayaran.
Sebelumnya, kontraktor dan sejumlah pekerja telah dipertemukan di Kodim 0823 Situbondo. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Zaki akan melunasi sisa pembayaran kepada sejumlah pekerja.
Namun, kesepakatan itu belum sepenuhnya terealisasi. Salah satu korban mengatakan, pembayaran dengan nominal di bawah Rp10 juta sebelumnya dijanjikan lunas pada Jumat (11/9/2026). Hingga Kamis (17/9), pembayaran yang dijanjikan belum diterima.
“Sebelumnya sudah ada perjanjian. Untuk pembayaran yang di bawah Rp10 juta akan dilunasi pada hari Jumat (11/9/2026). Tapi sudah tanggal 17 belum ada pembayaran,” ujar salah satu korban, Kamis (17/9).
Menurut dia, persoalan semakin membuat pekerja cemas karena sebagian korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Untuk nilai kerugian sekitar Rp50 juta hingga Rp80 juta lebih, pembayaran disebut dijanjikan dalam waktu satu bulan.
“Ini yang kerugian Rp50 juta hingga Rp80 juta lebih janji satu bulan. Entah meleset lagi apa tidak?” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat para pekerja berencana meminta bantuan kembali kepada Kodim 0823 Situbondo. Mereka berharap ada langkah yang dapat memberikan kepastian terhadap pembayaran yang belum diselesaikan.
Salah satu usulan yang akan disampaikan adalah meminta adanya aset milik kontraktor sebagai jaminan. Bagi korban, keberadaan jaminan dinilai dapat memberikan kepastian selama menunggu pembayaran.
“Kalau cuma janji di atas kertas tapi para pekerja tidak diberi jaminan tetap saja resah. Minimal ada jaminan yang bisa membuat para pekerja yang tidak dibayar merasa tenang,” ucapnya.
Dia menilai peran Kodim 0823 Situbondo masih dibutuhkan untuk membantu mencarikan jalan keluar. Terlebih, pembangunan gedung KDMP sebelumnya juga mendapat pengawasan dari unsur TNI di lapangan.
“Mungkin Kodim secara administrasi sudah bagus, namun oknum kontraktor itu memang bermasalah. Tapi yang menentukan kontraktor hingga para pekerja percaya ada campur tangan Kodim juga,” cetusnya.
Sementara itu, Zaki sebelumnya mengakui mengalami kendala anggaran. Menurut dia, lokasi pembangunan KDMP yang berbeda-beda membuat kondisi keuangan setiap proyek tidak sama. Ada lokasi yang dinilai menguntungkan, tetapi ada pula yang justru membuatnya merugi.
“Saya ini sebenarnya mau tanggung jawab. Saya kalau ada dana pasti bayar, saya ada niatan bayar,” kata Zaki singkat.
Persoalan pembayaran pekerja dan pemilik toko tersebut kini masih menunggu realisasi kesepakatan. Para korban berharap pertemuan lanjutan dapat menghasilkan kepastian, bukan sekadar janji pembayaran. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo