214 Mahasiswa FEB UNARS Situbondo Di-yudisium, Lulusan Didorong Jadi Pencipta Kerja

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:59 WIB
MENDAPAT GELAR: Seorang mahasiswi menerima simbolis gelar yang diberikan Dekan FEB Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo, Lita Permata Sari, S.E., M.S.A., Ak., dalam acara yudisium, Kamis (17/9). (Ahmad Rifa
MENDAPAT GELAR: Seorang mahasiswi menerima simbolis gelar yang diberikan Dekan FEB Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo, Lita Permata Sari, S.E., M.S.A., Ak., dalam acara yudisium, Kamis (17/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Gelar sarjana bukan garis akhir. Justru setelah toga dan prosesi yudisium selesai, tantangan sesungguhnya dimulai. Pesan itu mengemuka dalam yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo di Aula Lantai 2 Kampus UNARS, Kamis (17/9).

Sebanyak 214 mahasiswa resmi mengikuti yudisium. Mereka terdiri atas 208 mahasiswa Program Studi Manajemen dan enam mahasiswa Program Studi Bisnis Digital.

Momentum tersebut dihadiri pengurus yayasan serta jajaran rektorat UNARS Situbondo. Para lulusan didorong tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi, mental tangguh, kemampuan komunikasi, dan keberanian membaca peluang.

Dekan FEB UNARS Lita Permata Sari, SE., MSA., Ak., mengatakan, kelulusan harus menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan pengetahuan sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah.

“Saya berharap kepada mahasiswa yang telah mendapatkan gelar S1 bisa menggunakan apa yang telah diperoleh selama di bangku kuliah dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain itu, menjadi tangguh dan proaktif berkomunikasi terhadap siapa pun,” kata Lita.

Menurut dia, kebutuhan dunia kerja tidak hanya menuntut kemampuan akademik. Lulusan juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta jiwa kewirausahaan.

Karena itu, FEB UNARS terus mengembangkan bidang pendidikan. Setelah sebelumnya memiliki dua program studi, yakni Manajemen dan Bisnis Digital, kini FEB UNARS memiliki tambahan Program Studi Kewirausahaan.

“Serta bisa terus memiliki mental yang kuat dan bisa berkolaborasi dengan pihak mana pun,” imbuhnya.

GELAR SARJANA : Pembina Yayasan Pendidikan Abdurachman Saleh Situbondo, Edy Kusnadi menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa peraih IPK tertinggi
GELAR SARJANA : Pembina Yayasan Pendidikan Abdurachman Saleh Situbondo, Edy Kusnadi menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa peraih IPK tertinggi

Lita menekankan pentingnya membangun jejaring setelah lulus. Komunikasi dengan junior, senior, maupun berbagai pihak dinilai dapat membuka peluang baru.

Dia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada keinginan mencari pekerjaan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi modal untuk membaca peluang sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

“Karena mimpi teman-teman akan terwujud ketika teman-teman itu sendiri aktif dan terus berusaha,” ungkapnya.

FEB UNARS, lanjut Lita, juga berharap perkembangan investasi dan industri di Situbondo dapat membuka ruang bagi lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin menyiapkan lulusan-lulusan yang berkualitas, produktif, serta nantinya siap untuk diterima di lembaga-lembaga yang ada, baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Mentalitas Jadi Penentu

Pesan serupa disampaikan Rektor UNARS Situbondo Dr. Muhammad Yusuf Ibrahim, S.H., M.H. Dia mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan peran orang tua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.

Dukungan tersebut, kata Yusuf, bukan hanya berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, tetapi juga dorongan moral yang menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa hingga berhasil menyandang gelar sarjana.

“Saya berpesan untuk yang ada di sini. Pesan pertama adalah pesan moral dan pesan kedua pesan finansial,” ujarnya.

Yusuf juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh peringkat akademik, kepintaran, maupun kondisi finansial. Menurut dia, mentalitas dan kemampuan mengelola waktu serta kehidupan menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang menuju kesuksesan.

“Orang sukses itu bukan rangking, bukan kepintaran, bukan juga uang. Yang membedakan adalah mentalitas yang sesungguhnya,” katanya.

Dengan bekal akademik dan mentalitas tersebut, 214 lulusan FEB UNARS diharapkan mampu memasuki dunia profesional maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Yudisium pun menjadi pintu awal untuk membuktikan kompetensi yang telah dibangun selama berada di bangku kuliah. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Yudisium FEB Sarjana UNARS Fakultas Ekonomi Bisnis Digital unars situbondo