Harga Cabai di Situbondo Tembus Rp50 Ribu, Petani Panen Untung tapi Dibayangi Cabai Kering

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:23 WIB
MUSIM PANEN: Sejumlah buruh tani sibuk memanen cabai, di salah satu lahan, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Minggu (20/9). (HUMAIDI/JPRS)
MUSIM PANEN: Sejumlah buruh tani sibuk memanen cabai, di salah satu lahan, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Minggu (20/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Senyum petani cabai di Situbondo mengembang seiring harga komoditas itu terus menanjak. Di tingkat petani, harga cabai kini menembus Rp50 ribu per kilogram, bahkan bertahan pada level tersebut selama sekitar sebulan terakhir.

Namun, harga tinggi itu datang bersama persoalan lain. Cuaca panas membuat sebagian tanaman cabai mengering. Petani pun harus bekerja ekstra menjaga tanaman agar tetap bertahan hingga masa panen.

Rahmat, petani cabai asal Desa Curahtal, Kecamatan Arjasa, mengatakan kenaikan harga berlangsung bertahap. Dari sekitar Rp35 ribu per kilogram tiga pekan lalu, harga kemudian naik menjadi Rp45 ribu dan kini mencapai Rp50 ribu.

"Ini sudah satu bulan harga naik terus, sekarang sudah tembus Rp50 ribu. Pokok yang panen cabai saat ini cair. Tiga pekan lalu Rp35 ribu, terus naik menjadi Rp45 ribu, habis itu naik jadi Rp50 ribu," kata Rahmat, Minggu (20/9).

Harga Tinggi, Tanaman Malah Banyak Kering

Bagi petani yang tanamannya masih produktif, harga Rp50 ribu per kilogram tentu menjadi kabar menggembirakan. Setiap kali panen, hasil yang diterima lebih besar dibandingkan ketika harga berada di level sebelumnya.

Namun, tidak semua tanaman mampu menghasilkan panen maksimal. Rahmat menyebut cuaca yang sangat panas membuat sejumlah batang cabai mengering.

Kondisi tersebut membuat petani harus lebih intensif merawat lahan. Pengairan dilakukan terutama pada malam hari untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air.

"Kalau malam ya berusaha memasukkan air, siang panen cabai. Selain itu saat harga cabai mahal banyak juga yang jaga lahan, khawatir cabai dicuri maling," cetus Rahmat.

Dengan harga yang cukup tinggi, lahan cabai juga menjadi perhatian lebih bagi pemiliknya. Selain memastikan tanaman tetap hidup di tengah cuaca panas, petani harus mengantisipasi potensi pencurian hasil panen.

Banyak Petani Beralih Tanaman

Rahmat menduga tingginya harga cabai tidak lepas dari berkurangnya jumlah petani yang menanam komoditas tersebut.

Menurut dia, sebagian petani memilih menanam komoditas lain seperti bawang dan melon. Pertimbangan utamanya adalah hasil tanaman tersebut dinilai lebih menjanjikan.

Akibatnya, ketika permintaan cabai tetap ada sementara pasokan dari petani berkurang, harga di tingkat petani ikut terdorong naik.

"Sekarang meskipun panen raya harga cabai tetap mahal. Mungkin karena yang tanam cabai sedikit. Sekarang petani banyak yang tanam melon dan bawang," pungkas Rahmat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Arjasa Situbondo cabai Situbondo Petani cabai Harga pangan harga cabai