101 Mahasiswa IAINH Situbondo Diwisuda, Satu Lulusan Disabilitas Raih Gelar S1 Lewat Beasiswa Adikti

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:26 WIB
BIKIN HARU: Siti Makkiyah, mahasiswi disabilitas IAINH memberikan pesan kesan pada upacara sarjana strata satu (S1), Sabtu lalu (20/9).
BIKIN HARU: Siti Makkiyah, mahasiswi disabilitas IAINH memberikan pesan kesan pada upacara sarjana strata satu (S1), Sabtu lalu (20/9).

RADARSITUBONDO.ID – Di antara 101 mahasiswa yang mengenakan toga pada prosesi wisuda Institut Agama Islam Nurul Huda (IAINH) Situbondo, Sabtu (20/9), terselip sebuah kisah tentang perjuangan dan kesempatan.

Siti Makkiyah, warga Desa Jatisari, menjadi salah satu wisudawan yang berhasil menyandang gelar sarjana strata satu (S1) melalui program beasiswa afirmasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Adiktis). Mahasiswi penyandang disabilitas itu menuntaskan pendidikan tinggi meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Prosesi wisuda berlangsung di kampus IAINH, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan. Sebanyak 101 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dalam upacara tersebut.

Bagi Makkiyah, toga yang dikenakan bukan sekadar simbol kelulusan. Gelar sarjana itu menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menghentikan langkah untuk menempuh pendidikan tinggi.

"Semula saya merasa tidak mampu untuk melanjutkan kuliah. Namun Allah mempertemukan saya dengan kampus IAINH. Akhirnya saya yang lahir dari keluarga tidak mampu benar-benar bisa kuliah gratis dan sekarang juga S1," kata Makkiyah.

ABADIKAN MOMEN: Ratusan mahasiswa foto bareng bersama jajaran dosen IAINH di panggung wisuda Insitut Agama Islam Nurul Huda (IAINH) Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Sabtu lalu (20/9).
ABADIKAN MOMEN: Ratusan mahasiswa foto bareng bersama jajaran dosen IAINH di panggung wisuda Insitut Agama Islam Nurul Huda (IAINH) Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Sabtu lalu (20/9).

Makkiyah merupakan penerima beasiswa Adiktis tahun 2022. Program tersebut membuka kesempatan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terbebani biaya kuliah.

Lulusan Masuk Dunia Kerja

Rektor IAINH Dr. H. Muhammad Taufiq, M.Pd.I. mengatakan, para lulusan kampusnya telah menempuh beragam jalur setelah menyelesaikan pendidikan.

Sejumlah alumni disebut telah terjaring menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ada pula yang berkiprah sebagai advokat maupun jurnalis.

"Mahasiswa lulusan IAINH banyak yang sudah menjadi pengacara, ada yang sudah mendapat pekerjaan yang layak seperti yang terjaring di PPPK," ujar Habib Muhammad Taufiq.

Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari hubungan yang dibangun IAINH dengan sejumlah lembaga dan instansi. Di antaranya pemerintah, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), serta perusahaan pers di Situbondo yang menjadi tempat mahasiswa menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Kerja sama tersebut dinilai memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja.

Lulusan Diminta Tetap Berpegang pada Aswaja

Dalam sambutannya, Habib Muhammad Taufiq juga mengingatkan para sarjana agar tetap memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan aktif memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Dia meminta para lulusan menjaga hubungan dengan Nahdlatul Ulama (NU), mulai tingkat ranting hingga cabang. Para sarjana juga diharapkan membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk kepentingan masyarakat.

Analogi lidi disampaikan untuk menggambarkan pentingnya kerja sama. Satu batang lidi, menurut dia, tidak akan banyak membantu membersihkan halaman. Namun ketika dikumpulkan, lidi-lidi tersebut mampu menjalankan fungsi yang lebih besar.

"Lidi jika dijalankan sendiri tidak akan membuat halaman bersih. Namun saat lidi digabungkan halaman bakal bersih. Begitulah kita umat Rasulullah untuk selalu menjaga kerja sama dalam kebaikan," tuturnya.

Dia juga berpesan agar para sarjana tidak hanya mengejar kepentingan pribadi setelah lulus. Semangat dakwah dan pengabdian diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mereka setelah meninggalkan bangku kuliah.

"Saya meminta para sarjana untuk berniat berdakwah. Niatkan dalam dirinya untuk berdakwah. Itu wajib dilakukan," tutup Habib Muhammad Taufiq. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Wisuda IAINH IAINH Situbondo Beasiswa Adiktis Siti Makkiyah Mahasiswa disabilitas