Menteri PPPA Beri Orasi di Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy, 1.053 Lulusan Diingatkan Soal Amanah Il

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:19 WIB
MOMEN SAKRAL: Ribuan mahasiswa meraih gelar sarjana S1 dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV hari pertama Universitas Ibrahimy Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Senin (21/9). (Ahmad Rifa
MOMEN SAKRAL: Ribuan mahasiswa meraih gelar sarjana S1 dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV hari pertama Universitas Ibrahimy Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Senin (21/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Sebanyak 1.053 wisudawan Universitas Ibrahimy mengikuti prosesi Wisuda XXXV hari pertama, Senin (21/9). Bukan sekadar seremoni melepas toga dan menerima ijazah, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab baru ketika para lulusan kembali ke tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj. Arifah Fauzi saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy, Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy digelar selama dua hari, Senin (21/9) dan Selasa (22/9). Pada hari pertama, sebanyak 1.053 wisudawan dan wisudawati dari 25 program studi mengikuti prosesi pada berbagai jenjang pendidikan.

Arifah menekankan bahwa wisuda bukan garis akhir perjalanan pendidikan. Justru, setelah gelar akademik diperoleh, para lulusan menghadapi fase baru untuk membuktikan sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Melihat wisuda ini bukan sebagai akhir perjalanan pendidikan, melainkan sebagai awal dari amanah yang lebih besar,” kata Arifah.

Menurut dia, ijazah dan gelar akademik semestinya tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ilmu perlu diterjemahkan menjadi amal, pengabdian, keteladanan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Setelah toga dilepas, ijazah diterima, dan saudara-saudari kembali ke tengah masyarakat, akan ada satu pertanyaan yang lebih penting, untuk apa ilmu yang kita peroleh. Apakah hanya untuk mendapatkan gelar semata ataukah ilmu akan menjadi amal, pengabdian, keteladanan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, hari pertama resmi digelar Senin (21/9).
Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, hari pertama resmi digelar Senin (21/9).

Lulusan Diminta Tak Hanya Cerdas

Dalam orasinya, Arifah juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kemampuan intelektual, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Persoalan karakter, keluarga, relasi sosial, moralitas, perlindungan anak, kekerasan, serta nilai-nilai kemanusiaan juga membutuhkan perhatian.

“Bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual. Bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, berintegritas, mampu beradaptasi, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.

Para lulusan Universitas Ibrahimy, lanjut Arifah, juga membawa bekal nilai dan tradisi keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Karena itu, gelar akademik yang disandang para wisudawan diharapkan berjalan beriringan dengan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan selama berada di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi.

Sinergikan Ilmu Keislaman dan Teknologi

Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I. mengatakan, perguruan tinggi yang dipimpinnya berdiri di atas tradisi keilmuan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter lulusan. Di sisi lain, perkembangan zaman menuntut penguasaan sains dan teknologi agar lulusan mampu menghadapi perubahan dan kebutuhan masyarakat.

“Universitas Ibrahimy yang tegak dan kokoh berdiri di atas paku bumi ini dan tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dengan riyadhoh dan ikhtiar para muassis kekasih Ilahi, Kiai Syamsul, Kiai As’ad, Kiai Fawaid, bisa menjalankan tugas dan amanah yang sangat besar serta menyinergikan kedalaman ilmu keislaman tafaqquh fiddin dan penguasaan teknologi,” ungkapnya.

Dengan demikian, lulusan Universitas Ibrahimy diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membawa nilai keislaman dan tradisi pesantren ketika terjun ke tengah masyarakat.

Wisuda Digelar Dua Hari

Rangkaian Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy berlangsung selama dua hari. Prosesi hari pertama dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Kabid Dikti Dr. Minhaji, M.Pd.I., Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., serta jajaran wakil rektor.

Hadir pula Plt. Staf Ahli Setda Provinsi Jawa Timur Dr. Akh. Jazuli, S.H., M.Si., Koordinator Kopertais IV Jawa Timur Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil., dan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I.

Ketua Panitia Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy Zainuddin, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian persiapan telah dilakukan secara matang. Kehadiran Menteri PPPA untuk memberikan orasi ilmiah juga menjadi motivasi tersendiri bagi kampus.

“Saya sangat bahagia dan bangga. Persiapan yang dilakukan sudah matang. Kedatangan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan motivasi bagi Universitas Ibrahimy untuk semakin bergelora mendidik dan mencerdaskan mahasantri agar siap berkompetisi dan menang dalam setiap keadaan,” katanya.

Sementara itu, prosesi wisuda hari kedua dijadwalkan berlangsung Selasa (22/9). Dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Dr. (HC) H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., dijadwalkan hadir.

“Semoga besok saat wisuda hari kedua akan semakin lebih baik dan berjalan dengan sukses. Kami juga berharap Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dapat hadir sesuai rencana,” pungkas Zainuddin. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Menteri PPPA Arifah Fauzi Wisuda Ibrahimy Wisuda XXXV universitas ibrahimy