RADARSITUBONDO.ID – Keterbatasan latihan tak menghalangi atlet muda paralayang Situbondo untuk terbang tinggi di ajang Kejurda Paralayang Jatim 2026 di Kota Batu, Malang. Dari delapan atlet yang dikirim, salah satunya, Fira, sukses membawa pulang tiga medali sekaligus dari kategori U20 Putri.
Prestasi tersebut diraih dalam dua nomor pertandingan, yakni lintas alam (cross country) dan ketepatan mendarat (accuracy). Tiga medali itu menjadi bukti daya juang atlet Situbondo di tengah keterbatasan lokasi serta sarana dan prasarana latihan.
Pelatih Paralayang Situbondo Lukman Habsi mengatakan, tiga medali tersebut diraih pada dua ajang yang berlangsung di Kota Batu. Yakni, Kejurda Paralayang Jatim 2026 dan Liga Seri 3 Paralayang Jatim.
Fira meraih medali perak atau juara II pada nomor XC/lintas alam U20 Putri. Dua medali lainnya berupa perunggu atau juara III pada nomor accuracy U20 Putri, masing-masing dalam Kejurda Paralayang Jatim 2026 dan Liga Seri 3 Paralayang Jatim.
"Alhamdulillah, ini keberhasilan atas semangat bersama. Meski latihan harus keluar daerah, tetapi tetap dapat hasil maksimal," kata Lukman, Selasa (22/9).
Sekali Latihan Habiskan Rp 6 Juta
Di balik tiga medali tersebut, ada perjuangan yang tidak sederhana. Para atlet paralayang Situbondo masih menghadapi keterbatasan tempat latihan karena belum memiliki lokasi take off dan landing yang dapat digunakan secara optimal di daerah sendiri.
Selama sekitar dua bulan terakhir, para atlet menjalani latihan secara serius. Namun, latihan harus dilakukan di luar daerah. Setiap kali latihan, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp 6 juta.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan atlet paralayang Situbondo.
"Kalau di Situbondo ada take off dan landing, tentu ini akan menarik sekali. Selain menarik perhatian masyarakat, juga bisa membuat anak-anak muda lebih tertarik pada olahraga tersebut," imbuh Lukman.
Menurut dia, Situbondo sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan olahraga paralayang. Sejumlah lokasi dinilai dapat dikembangkan menjadi tempat take off dan landing untuk latihan.
Karena itu, dia berharap capaian di Kejurda dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun KONI Situbondo. Dukungan terhadap fasilitas latihan dinilai penting agar pembinaan atlet tidak selalu bergantung pada lokasi di luar daerah.
Agenda Kompetisi Sudah Menanti
Perjalanan atlet paralayang Situbondo belum berhenti. Setelah tampil di Kota Batu, para atlet sudah ditunggu sejumlah kompetisi berikutnya.
Lukman menyebut, bulan depan atlet akan berlaga di Ponorogo. Kompetisi berikutnya dijadwalkan berlangsung di Tulungagung pada November, kemudian berlanjut ke Puncak, Kota Malang, pada Desember.
"Pesan saya kepada para atlet untuk lebih giat lagi berlatih, karena ke depan akan ada banyak lomba. Bulan depan kita juga akan bermain di Ponorogo, kemudian November kita akan bermain di Tulungagung, dan Desember juga akan bermain lagi di Puncak, Kota Malang," jelasnya.
FASI Minta Atlet Terus Berlatih
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Situbondo sekaligus perintis olahraga paralayang di Situbondo, Hadi Priyanto, turut mengapresiasi capaian tersebut.
Dia secara khusus menyampaikan selamat kepada Fira yang berhasil meraih tiga medali dalam ajang paralayang di Kota Batu. Menurut Hadi, capaian itu menjadi torehan yang membanggakan bagi atlet muda Situbondo.
"Selamat kepada Fira yang telah menorehkan keberhasilan dan meraih juara dalam beberapa cabang lomba paralayang. Semoga keberhasilan ini semakin menambah semangat untuk giat berlatih dan menorehkan prestasi membanggakan bagi Situbondo," ujarnya.
Hadi berharap capaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi atlet lainnya untuk semakin tekun berlatih. Terlebih, agenda kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional masih terbuka lebar.
"Kami berharap para atlet terus melakukan persiapan secara matang sehingga bisa terus memberikan prestasi dan membawa harum nama Situbondo di kancah prestasi provinsi maupun nasional," katanya.
Tak hanya pembinaan atlet yang sudah ada, Hadi juga berharap pemerintah, KONI, dan seluruh cabang olahraga ikut aktif menjaring bibit-bibit atlet muda.
"Harapan saya ke depan, pemerintah, KONI, dan semua cabor bisa berperan aktif untuk mempersiapkan dan menjaring para atlet muda agar bisa berprestasi di tingkat kabupaten, nasional, maupun internasional," jelasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo