RADARSITUBONDO.ID – Angka kasus Influenza Like Illness (ILI) di Kabupaten Situbondo mulai menunjukkan kenaikan. Hingga pekan ke-36, Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo mencatat 92 kasus, naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 58 kasus.
Meski mengalami peningkatan, Dinkes Situbondo menyebut kondisi tersebut masih dalam kategori stabil. Masyarakat pun diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.
Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, perkembangan kasus ILI terus dipantau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Data tersebut dihimpun dari laporan mingguan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Situbondo.
"Hingga minggu ke-36, petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit menemukan ada 92 kasus ILI," katanya.
Dwi menegaskan, peningkatan kasus tersebut belum bisa menjadi dasar untuk menyebut penyakit yang ditemukan sebagai influenza tipe A atau yang belakangan di masyarakat disebut super flu. Sebab, hingga kini belum dilakukan pengambilan spesimen untuk memastikan jenis virus melalui pemeriksaan laboratorium.
Dengan demikian, kata dia, jenis penyakit yang menyebabkan gejala tersebut belum dapat dipastikan. Kendati demikian, pemantauan tetap dilakukan sebagai bagian dari langkah kewaspadaan dini.
Menurut Dwi, ILI merupakan kondisi dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celsius yang disertai batuk dan pilek. Pemantauan diperlukan terutama ketika jumlah kasus menunjukkan kecenderungan meningkat.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap masyarakat sebagai langkah antisipasi," jelasnya.
Kasus ILI Jawa Timur Ikut Naik
Kenaikan kasus tidak hanya terjadi di Situbondo. Dwi menyebut, jumlah kasus ILI di Jawa Timur juga mengalami peningkatan.
Pada minggu ke-35, tercatat sebanyak 8.666 kasus. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 9.349 kasus pada minggu ke-36.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mereka yang sedang mengalami gejala penyakit pernapasan juga disarankan menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat padat atau lingkungan dengan tingkat polusi tinggi.
Etika batuk dan bersin juga perlu diperhatikan. Masyarakat yang sedang sakit sebaiknya menghindari kerumunan untuk mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.
"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala pernapasan, terutama apabila gejala memburuk," tegas Dwi.
DPRD Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
Sementara itu, anggota DPRD Situbondo dari Fraksi Demokrat Nurani Sejahtera (DNS) Janur Sasra Ananda meminta Dinkes tidak mengabaikan kenaikan kasus tersebut.
Dalam rapat paripurna, dia mengingatkan agar kewaspadaan dini tetap ditingkatkan meski jumlah kasus ILI di Situbondo masih berada dalam kategori rendah.
Menurut Janur, penyakit saluran pernapasan perlu mendapatkan perhatian karena berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terdapat sejumlah daerah yang mengalami peningkatan proporsi kasus.
"Ini mengingat penyakit pernapasan harus terus dipantau. Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Provinsi, kasus tersebut meski masih dalam kategori rendah, tetapi terdapat beberapa daerah yang mengalami peningkatan proporsi," ujarnya.
Dia menegaskan, peningkatan kewaspadaan bukan berarti pemerintah hendak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah daerah memiliki kesiapan apabila terjadi peningkatan kasus pada waktu mendatang.
"Tetapi sebagai langkah antisipatif bagi pemerintah daerah agar memiliki kesiapan menghadapi peningkatan kasus di kemudian hari," imbuhnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo