Sampah Dibakar, Api Merembet ke Kandang Ayam di Asembagus, Kerugian Rp 5 Juta

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB
MENEGANGKAN: Petugas Damkar Situbondo memadamkan si jago merah yang membakar kandang ayam milik warga di Desa/Kecamatan Asembagus, Kamis (24/9). (Ahmad Rifa
MENEGANGKAN: Petugas Damkar Situbondo memadamkan si jago merah yang membakar kandang ayam milik warga di Desa/Kecamatan Asembagus, Kamis (24/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Kepulan asap dan kobaran api mendadak muncul di belakang rumah H. Syaiful Ma’aly di Dusun Barat, Desa/Kecamatan Asembagus, Kamis (24/9). Pemilik rumah sempat mengira dapurnya terbakar.

Ternyata, api melahap kandang ayam yang berdempetan dengan dinding dapur. Kebakaran diduga bermula dari sampah yang dibakar dan kemudian merembet ke bangunan kandang.

Beruntung, api cepat diketahui dan dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 5 juta.

Kasubag TU Damkar Situbondo Hidayat mengatakan, Syaiful awalnya tidak mengetahui adanya kebakaran di bagian belakang rumahnya. Informasi kebakaran justru pertama kali disampaikan warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.

“Yang melihat itu langsung memberi tahu saya bahwa telah terjadi kebakaran di belakang rumah, tepatnya kandang ayam,” ujar Syaiful.

Mendapat informasi tersebut, Syaiful langsung mengecek bagian belakang rumah. Kobaran api terlihat cukup besar sehingga dia sempat mengira bangunan dapur ikut terbakar.

“Awalnya saya mengira yang terbakar adalah dapur rumah karena apinya sudah merembet dan terlihat besar. Alhamdulillah ternyata kandang ayam di belakang akibat dari sisa bakaran sampah,” katanya.

Api Berpotensi Merembet ke Rumah

Hidayat menjelaskan, kebakaran dipicu sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet ke kandang ayam. Posisi kandang yang berdempetan dengan dinding dapur membuat api berpotensi menjalar ke bagian rumah.

Kondisi tersebut semakin berisiko karena saat ini memasuki musim kemarau. Material kering dan mudah terbakar dapat membuat kobaran api berkembang lebih cepat.

“Masih untung sebelum merembet ke dapur atau rumahnya langsung dilaporkan. Apabila dipadamkan secara manual, jelas api akan jauh lebih besar,” jelas Hidayat.

Petugas Damkar Situbondo kemudian melakukan penanganan dan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.20 WIB.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala teknis. Armada Ziegler mengalami kondisi mesin brebet ketika digas sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

“Cukup memakan waktu pemadaman karena ada sedikit kendala teknis yang membuat pemadaman cukup lama. Meski demikian, api tetap berhasil dipadamkan,” ungkap Hidayat.

Kebakaran tersebut menghanguskan kandang ayam milik Syaiful. Meski kerugian ditaksir sekitar Rp 5 juta, api tidak sampai meluas ke dapur maupun bangunan utama rumah.

Damkar Ingatkan Bahaya Bakar Sampah

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak meninggalkan api dari aktivitas pembakaran sampah. Terlebih, pembakaran dilakukan di sekitar bangunan atau material yang mudah terbakar.

Hidayat meminta warga memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah. Bara yang masih tersisa dapat kembali menyala dan merembet ketika tertiup angin.

“Bagi masyarakat, tetap waspada dan berhati-hati apabila membakar sampah. Ditunggu sampai benar-benar padam dan dipastikan api dari sampah tersebut sudah mati,” tegasnya.

Kebakaran di Asembagus itu akhirnya dapat ditangani sebelum menjalar ke bangunan rumah. Namun, kandang ayam yang berada paling dekat dengan sumber api tetap tidak terselamatkan. (rif/pri)

 

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Kebakaran Asembagus kebakaran Situbondo damkar situbondo bakar sampah kandang ayam