Dua Malam Terombang-Ambing di Laut, Nelayan Mangaran Akhirnya Ditemukan

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:52 WIB
PEDULI: Anggota Satpolairud Polres Situbondo, berdialog dengan Sutiyono, 55, warga Dusun Tanjung Geger, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, di rumah warga desa pesisir, Kecamatan Besuki, Jumat (25/9). (HUMAIDI/JPRS)
PEDULI: Anggota Satpolairud Polres Situbondo, berdialog dengan Sutiyono, 55, warga Dusun Tanjung Geger, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, di rumah warga desa pesisir, Kecamatan Besuki, Jumat (25/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Dua malam di tengah laut menjadi ujian berat bagi Sutiyono, 55. Nelayan asal Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, itu harus bertahan seorang diri setelah mesin perahunya rusak di tengah perairan Selat Madura.

Ponselnya pun tak bisa digunakan untuk meminta pertolongan. Upaya membuat layar darurat dari plastik juga gagal karena diterjang angin kencang. Setelah dua hari terombang-ambing, Sutiyono akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan asal Besuki, Jumat (25/9).

Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, Sutiyono berangkat melaut seorang diri pada Rabu (23/9) sekitar pukul 02.30. Dia menggunakan perahu fiber menuju perairan Rig Pengeboran Sepudi, Selat Madura.

Sekitar pukul 06.00, petaka terjadi. Mesin perahu mengalami kerusakan setelah laher gir pecah. Sutiyono sempat berusaha menghubungi keluarganya untuk meminta pertolongan.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Ponsel yang digunakannya untuk berkomunikasi justru kehabisan daya.

“Sekitar pukul 06.00 mesin perahu rusak, laher gir pecah. Begitu ingin meminta pertolongan pada orang rumahnya, ponselnya drop,” ujar AKP Gede.

Buat Layar Darurat dari Plastik

Tanpa mesin dan tak bisa menghubungi siapa pun, Sutiyono mencoba mencari cara agar perahunya bisa bergerak. Dia membuat layar darurat menggunakan plastik.

Namun, kondisi laut tak bersahabat. Angin yang cukup kencang membuat layar sederhana tersebut kembali rusak.

Sutiyono akhirnya hanya bisa bertahan di tengah laut sambil menunggu pertolongan. Dua malam dilaluinya dalam kondisi terombang-ambing di perairan Madura.

“Beruntung hari ini (kemarin) ada perahu nelayan Besuki yang melintas dan menolong. Perahu korban langsung ditarik ke pesisir Besuki,” kata AKP Gede.

Setelah ditemukan, kondisi Sutiyono sudah melemah akibat kedinginan. Dia kemudian dibawa ke pesisir dan dijamu sebelum akhirnya kondisinya berangsur pulih.

Kabar penemuan Sutiyono menjadi kelegaan bagi keluarganya. Nelayan tersebut kemudian dijemput keluarga melalui jalur darat dan dibawa pulang ke rumah dalam kondisi selamat.

Sementara itu, perahu fiber milik Sutiyono masih dititipkan di muara Desa Pesisir, Kecamatan Besuki. Perahu tersebut rencananya diperbaiki sebelum kembali digunakan untuk melaut.

“Korban dijemput lewat darat. Perahunya masih dititipkan di muara Desa Pesisir Besuki untuk diperbaiki,” pungkas AKP Gede. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Nelayan Mangaran Sutiyono hilang Nelayan Besuki selat madura nelayan situbondo