Adu Banteng di Pantura Kapongan, Sopir dan Dua Penumpang Minibus Luka

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:59 WIB
TABRKAN: Warga melihat truk dan minibus adu moncong di jalur Pantura, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kamis malam (25/9). (HUMAIDI/JPRS)
TABRKAN: Warga melihat truk dan minibus adu moncong di jalur Pantura, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kamis malam (25/9). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Benturan keras terjadi di jalur Pantura Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kamis malam (25/9). Sebuah minibus oleng hingga masuk jalur berlawanan sebelum menghantam truk dari arah berlawanan.

Kecelakaan tersebut membuat tiga orang di dalam minibus mengalami luka-luka. Bahkan, sopir dan dua penumpang sempat kesulitan keluar karena bagian kabin kendaraan ringsek dan menjepit mereka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, kecelakaan bermula ketika truk N 8859 RK yang dikemudikan Suyono, 38, warga Probolinggo, melaju dari arah barat menuju timur.

Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju minibus P 1164 DS yang dikemudikan Agus Setiawan, 37, warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus.

Minibus tersebut diduga melaju cukup kencang. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan hingga masuk ke jalur truk.

“Kalau cerita dari orang yang melihat, minibusnya ini melaju kencang dari arah timur ke barat. Terus oleng sehingga masuk ke jalur lawan dan menghantam truk yang dari arah barat. Mungkin gara-gara sopirnya ngantuk,” ujar Haris, warga yang berada di lokasi kejadian, Jumat (25/9).

Dugaan tersebut masih sebatas keterangan warga. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Tiga Korban Terjepit

Benturan keras membuat bodi minibus dan truk sama-sama mengalami kerusakan. Kondisi minibus yang ringsek membuat sopir dan dua penumpangnya sulit keluar dari dalam kendaraan.

Agus Setiawan mengalami luka lecet pada bagian pelipis serta memar di dada. Sementara penumpangnya, Febri, 38, warga Kecamatan Jangkar, mengalami luka lecet pada pipi dan pelipis.

Penumpang lainnya, Siti Layana, 31, warga Desa Seletreng, mengalami sesak pada bagian dada.

Ketiga korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Tiga korban yang terluka sudah dibawa ke puskesmas terdekat. Mungkin kalau sopir cukup parah dan dirujuk ke RSUD Situbondo,” kata Haris.

Pantura Sempat Macet Total

Kecelakaan tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di jalur Pantura. Kendaraan dari kedua arah sempat tidak bisa melintas sehingga terjadi kemacetan cukup panjang.

Antrean kendaraan dari arah barat disebut mencapai simpang empat Kapongan. Sementara dari arah timur, kemacetan mengular hingga kawasan tambak Arjasa.

Petugas Satlantas Polres Situbondo kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Macetnya panjang, yang di barat sampai di simpang empat Kapongan, kalau yang di timur sampai ke tambak Arjasa,” tutur Haris.

Kanitlaka Polres Situbondo Ipda Rudi membenarkan kecelakaan tersebut. Polisi telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan.

“Untuk truk dan minibus sudah kami amankan. Kalau kronologi masih dalam penyelidikan,” pungkas Ipda Rudi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Pantura Situbondo Kecelakaan Kapongan Minibus tabrak truk Tiga korban luka jalur pantura