RS di Situbondo Mulai Overload, Fraksi DNS Usulkan Ruang Darurat untuk Pasien

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:03 WIB
MENINGKAT: Sejumlah keluarga pasien menunggu di luar ruangan RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Jumat (25/9). (Ahmad Rifa
MENINGKAT: Sejumlah keluarga pasien menunggu di luar ruangan RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Jumat (25/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Lonjakan pasien mulai terasa di sejumlah rumah sakit di wilayah kota Situbondo. Kamar rawat inap yang terbatas membuat sebagian pasien harus menunggu hingga ada ruangan kosong, sementara pasien lainnya diarahkan ke fasilitas kesehatan lain.

Kondisi tersebut disebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya masyarakat yang mengalami keluhan demam, batuk, dan gangguan pernapasan.

Seorang keluarga pasien mengatakan, sejumlah rumah sakit besar di Situbondo bahkan disebut mengalami keterbatasan kamar rawat inap. Di antaranya RSUD dr. Abdoer Rahem, RS Elizabeth, dan RS Mitra Sehat.

“Saya konsultasi sebelum masuk ke rumah sakit karena kebetulan mendapat informasi dari petugas rumah sakit. Katanya banyak rumah sakit yang tidak mendapatkan ruangan,” kata narasumber kepada media ini.

Situasi serupa, lanjut dia, terlihat ketika dirinya datang ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk menjenguk anggota keluarganya.

Sejumlah pasien, termasuk anak-anak, disebut masih berada di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) karena belum mendapatkan kamar rawat inap.

“Iya, mau tidak mau keluarga saya harus menunggu ketika ingin mendapatkan kamar. Soalnya kalau dibawa pulang takut juga kambuh di rumah,” imbuhnya.

Menurut dia, pasien yang menjalani perawatan didominasi anak-anak dengan keluhan yang hampir serupa, terutama demam dan batuk.

Kekhawatiran juga muncul di tengah masyarakat karena gejala tersebut berkaitan dengan gangguan pernapasan. Namun, kondisi tersebut belum bisa langsung disimpulkan sebagai penyakit tertentu.

“Jadi khawatir takut zaman Covid kembali lagi. Mudah-mudahan tidak,” ucapnya.

Fraksi DNS Dorong Opsi Ruang Darurat

Menyikapi meningkatnya jumlah pasien, Ketua Fraksi Demokrat Nurani Sejahtera (DNS) DPRD Situbondo Janur Sasra Ananda mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit.

Dia mengusulkan agar rumah sakit yang mengalami lonjakan pasien mempertimbangkan pemanfaatan ruangan yang masih memungkinkan digunakan sebagai ruang darurat maupun rawat inap.

“Iya, benar, penyakit ini mengalami lonjakan tinggi. Saya sudah melakukan koordinasi kepada beberapa rumah sakit untuk bisa menggunakan ruangan yang sekiranya bisa dipakai untuk rawat inap,” ujarnya.

Menurut Janur, opsi tersebut dapat dipertimbangkan apabila jumlah pasien terus meningkat. Tujuannya agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus kesulitan mendapatkan kamar rawat inap.

Namun, penggunaan ruangan tambahan tetap perlu memperhatikan kelayakan serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Kasus ILI Naik Jadi 92

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo mencatat adanya peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI). Hingga minggu ke-36, tercatat 92 kasus ILI di Situbondo.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 58 kasus.

Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, meski terdapat kenaikan, kondisi tersebut masih dalam pemantauan. Dinkes melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) berdasarkan laporan mingguan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).

“Hingga minggu ke-36, petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit menemukan ada 92 kasus ILI,” kata Dwi Herman.

Dwi menegaskan, kasus tersebut belum bisa disebut sebagai influenza tipe A atau yang belakangan di tengah masyarakat disebut sebagai super flu. Sebab, belum ada pemeriksaan spesimen laboratorium yang dapat memastikan jenis penyakitnya.

Karena itu, Dinkes masih melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi perkembangan kasus di masyarakat.

“Penyakit ILI merupakan kondisi penyakit dengan gejala demam lebih dari 38 derajat Celsius yang disertai batuk dan pilek dengan durasi lebih dari 10 hari,” jelasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
RS Situbondo Pasien overload Kasus ILI Ruang rawat dinkes situbondo