RADARSITUBONDO.ID – Lonjakan penyakit mirip influenza (ILI) di Situbondo mulai menjadi perhatian serius. Jumlah kasus yang sebelumnya tercatat 67 orang kini meningkat menjadi 92 kasus. Mayoritas pasien yang terjangkit disebut merupakan anak-anak.
Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi IV DPRD Situbondo Janur Sasra Ananda meminta pemerintah mempertimbangkan pembelajaran daring sementara, terutama di wilayah yang tingkat penularannya tinggi.
Janur mengatakan, peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir juga berdampak terhadap pelayanan sejumlah rumah sakit. Lonjakan pasien membuat beberapa fasilitas kesehatan mengalami peningkatan beban pelayanan.
"Dan saya sudah melakukan cek ke beberapa sekolah dan kebanyakan mereka minta opsi pembelajaran daring di kecamatan tertentu," kata Janur.
Ketua Fraksi Demokrat Nurani Sejahtera (DNS) itu menyebut, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena pasien yang terjangkit mayoritas anak-anak. Pembelajaran daring dinilai bisa menjadi salah satu opsi untuk mengurangi potensi penularan di lingkungan sekolah.
Janur mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo mengenai usulan tersebut. Dispendikbud, kata dia, masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat perkembangan kasus dan menentukan langkah yang diperlukan.
"Saya sudah WA Dinas Pendidikan dan katanya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," imbuhnya.
Selain sektor pendidikan, Janur juga menyoroti kapasitas pelayanan rumah sakit. Dia meminta rumah sakit yang mengalami lonjakan pasien memanfaatkan ruangan yang masih memungkinkan digunakan sebagai ruang darurat atau rawat inap apabila jumlah pasien terus bertambah.
"Iya, benar, penyakit ini mengalami lonjakan tinggi. Saya sudah melakukan koordinasi kepada beberapa rumah sakit untuk bisa menggunakan ruangan yang sekiranya bisa dipakai untuk rawat inap," ujarnya.
Menurut Janur, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan apabila terjadi peningkatan jumlah pasien. Dengan begitu, pasien tidak kesulitan mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit terdekat.
Sementara itu, Kepala Dispendikbud Situbondo Sopan Efendi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan sekolah SD dan SMP melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi penyebaran penyakit mirip influenza di lingkungan sekolah.
"Saya sudah memerintahkan kepada para SD dan SMP untuk melakukan cek lapangan terkait dengan tingkat penyebarannya atau penularannya di lingkungan sekolah," kata Sopan.
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Situbondo. Jika ditemukan kondisi yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan siswa dan berpotensi mempercepat penularan, pembelajaran daring dapat diterapkan sebagai langkah pencegahan.
"Hasilnya nanti kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Jika itu sudah sangat membahayakan dan sangat rentan, nanti baru kami untuk keputusan itu bisa dilakukan daring atau secara online pembelajarannya," tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo