RADARSITUBONDO.ID – Belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. SD Islam Muhammadiyah 1 Panji menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa kelas VI melalui program Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) MAJU TUNASMU. Lewat kegiatan yang digelar sebulan sekali itu, sekolah mencoba menghadirkan suasana “sekolah serasa pondok” dengan mengadopsi sejumlah tradisi pendidikan pesantren.
Program tersebut menjadi salah satu inovasi SD Islam Muhammadiyah 1 Panji untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, kemandirian, kedisiplinan, sekaligus akhlakul karimah peserta didik. Pelaksanaannya dilakukan di masjid-masjid milik Muhammadiyah yang tersebar di wilayah Kabupaten Situbondo.
Kepala SD Islam Muhammadiyah 1 Panji Rahmatul Irfan Fanany mengatakan, MABIT MAJU TUNASMU telah memasuki pelaksanaan ke-21 pada tahun kelima. Program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah derasnya perkembangan informasi dan dinamika pergaulan.
“Inovasi MAJU TUNASMU dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan informasi dan pergaulan modern,” kata pria yang akrab disapa Irfan tersebut.
Menurut dia, MABIT tidak sekadar menjadi kegiatan bermalam di masjid. Siswa diajak merasakan secara langsung pola pembinaan yang selama ini identik dengan kehidupan santri. Mulai dari pembiasaan ibadah, pembinaan keagamaan, kedisiplinan, hingga membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman keislaman melalui pembelajaran di kelas. Mereka juga memperoleh pengalaman praktik dalam menjalankan aktivitas ibadah dan hidup bersama seperti halnya santri di pondok pesantren.
“Karena pemahaman keagamaan yang kurang serta pengaruh lingkungan pergaulan menjadi perhatian dalam proses pembentukan karakter anak,” imbuhnya.
Irfan menjelaskan, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan anak. Karena itu, sekolah terus berupaya menyediakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memperkuat keimanan, budi luhur, kedisiplinan, dan karakter kebangsaan.
Melalui MABIT MAJU TUNASMU, siswa diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi berbagai pengaruh lingkungan negatif. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap agama, bangsa, serta tradisi pendidikan pesantren.
“Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat penguatan pendidikan karakter dan pelestarian kebudayaan. Tradisi pesantren yang selama ini dikenal memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak dan karakter,” ungkapnya.
Rangkaian MABIT tidak berhenti pada kegiatan malam hari. Pagi harinya, siswa mengikuti tea morning sambil menikmati makanan ringan hingga sekitar pukul 06.00. Setelah itu, mereka berolahraga dan mengikuti berbagai permainan sembari menunggu orang tua datang menjemput.
Irfan berharap pengalaman yang diperoleh melalui MABIT dapat menjadi bekal penting bagi siswa sebelum meninggalkan bangku sekolah dasar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi anak-anak sebelum nantinya keluar dari sekolah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo