Lindungi Anak Sejak Dini, Dinkes Situbondo Kejar Imunisasi Dasar Lengkap

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:23 WIB
PERKUAT PENCEGAHAN: Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo (tujuh dari kiri) bersama Wakil Bupati Ulfiyah dalam rapat pencegahan penyakit, Senin (28/9). (Ahmad Rifa
PERKUAT PENCEGAHAN: Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo (tujuh dari kiri) bersama Wakil Bupati Ulfiyah dalam rapat pencegahan penyakit, Senin (28/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Perlindungan anak dari ancaman penyakit menular dimulai sejak usia dini. Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggenjot Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) untuk memastikan bayi dan balita mendapatkan kekebalan sesuai tahapan usianya.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari kebijakan Vaccine Clearance, pemberdayaan masyarakat lewat Desa IMAN hingga pengembangan aplikasi SI IMUN. Langkah itu ditempuh karena cakupan IDL di Situbondo pada 2025 masih berada di angka 78,21 persen, atau belum mencapai target 95 persen.

Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan yang efektif untuk mencegah penyakit menular. Selain membentuk kekebalan tubuh, imunisasi dapat menekan risiko kesakitan, komplikasi berat, kecacatan, hingga kematian akibat penyakit tertentu.

“Oleh karena itu, kami mendorong percepatan capaian imunisasi melalui kebijakan Vaccine Clearance. Kebijakan tersebut dapat menjadikan status imunisasi sebagai salah satu dokumen pendukung dalam mengakses layanan kesehatan,” katanya, Senin (28/9).

Sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemkab Situbondo telah menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) Nomor 100.3.4.2/240/431.001/2025 tentang Pelaksanaan Penerbitan Sertifikat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sebagai dokumen pendukung penerimaan siswa baru pada jenjang PAUD, TK, dan SD di Kabupaten Situbondo.

Karena itu, Dinkes mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Terutama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo untuk mengajak masyarakat melengkapi imunisasi anak.

“Apalagi sertifikat IDL menjadi dokumen pendukung dalam proses penerimaan siswa baru di jenjang PAUD, TK, dan SD,” imbuhnya.

Tak berhenti pada kebijakan, Dinkes Situbondo juga menyiapkan inovasi untuk memperluas cakupan imunisasi. Salah satunya Desa IMAN (Desa Imunisasi Mantab). Program tersebut mengedepankan pemberdayaan masyarakat untuk memastikan setiap bayi dan balita memperoleh imunisasi rutin dan lengkap sesuai usia.

Pemantauan dan evaluasi Desa IMAN dilakukan melalui Posyandu di masing-masing desa dan kelurahan. Untuk itu, keterlibatan berbagai unsur dinilai penting, mulai camat, kepala desa atau lurah, tim penggerak PKK, kader Posyandu, hingga tenaga medis dan kesehatan.

“Nanti pemantauan dan evaluasinya dilakukan melalui Posyandu di setiap desa dan kelurahan. Maka dari itu, diperlukan kolaborasi semua pihak,” tegas Dwi.

Inovasi berikutnya adalah pengembangan Sistem Informasi Jadwal Imunisasi (SI IMUN). Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu orang tua memperoleh informasi mengenai jadwal imunisasi anak berdasarkan tanggal lahir.

Dengan sistem tersebut, jadwal pemberian imunisasi dapat disesuaikan dengan usia bayi. Orang tua pun diharapkan tidak lagi kesulitan mengetahui kapan anak harus mendapatkan imunisasi berikutnya.

“Dengan demikian, orang tua dapat lebih mudah mengetahui waktu pemberian imunisasi sesuai usia anak,” ucapnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, Dwi mengakui cakupan IDL di Situbondo masih menghadapi sejumlah tantangan. Pada 2025, capaian IDL tercatat 78,21 persen, masih terpaut 16,79 persen dari target 95 persen.

Beberapa kendala di lapangan antara lain misinformasi dan hoaks mengenai vaksin, kekhawatiran masyarakat terhadap efek imunisasi, serta masih terbatasnya pengetahuan sebagian orang tua mengenai pentingnya imunisasi lengkap.

Karena itu, penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengejar target tersebut. Dinkes berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa imunisasi sesuai jadwal merupakan salah satu langkah perlindungan anak dari berbagai penyakit menular.

“Oleh karena itu, dukungan lintas sektor dan masyarakat dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal. Karena perlindungan terhadap anak dari berbagai penyakit dapat dilakukan melalui imunisasi,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Imunisasi anak Imunisasi dasar lengkap Desa IMAN SI IMUN dinkes situbondo