Puluhan SPPG Situbondo Menunggu Lampu Hijau BGN, 41 Dapur Belum Beroperasi

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:07 WIB
BELUM JELAS: Salah satu bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah rampung dibangun, tetapi belum beroperasi, di Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Selasa (29/9). (Ahmad Rifa
BELUM JELAS: Salah satu bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah rampung dibangun, tetapi belum beroperasi, di Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Selasa (29/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID- Sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Situbondo masih menunggu kepastian untuk beroperasi. Meski sejumlah fasilitas telah rampung dibangun, jadwal operasional belum bisa dipastikan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) pusat menutup aplikasi pendaftaran calon SPPG.

Kondisi tersebut tak hanya membuat pengelola SPPG menunggu. Calon relawan yang sebelumnya mendaftarkan diri untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga belum mendapat kepastian. Pemkab Situbondo kini masih menunggu keputusan BGN mengenai kelanjutan puluhan calon SPPG tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Akhmad Yulianto mengatakan, status operasional calon SPPG sepenuhnya bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Sebab, program MBG berada di bawah kendali BGN. “Karena aplikasi di pusat ditutup, jadi masih menunggu bagaimana keputusan BGN terhadap kejelasan statusnya,” katanya, Selasa (29/9).

Menurut Yuli, penutupan aplikasi membuat progres 41 calon SPPG belum dapat dipastikan. Termasuk kemungkinan kapan fasilitas tersebut bisa mulai menjalankan pelayanan MBG. Pemkab tidak bisa memastikan seluruh SPPG yang telah rampung otomatis mendapat kesempatan beroperasi. “Karena aplikasi pendaftarannya masih ditutup oleh pusat, jadi belum tahu apakah mereka bisa lanjut atau tidak menurut BGN,” tegasnya.

Meski demikian, pembangunan dan kesiapan fasilitas tetap diminta berjalan. Setiap calon SPPG harus melaporkan perkembangan pembangunan serta kelengkapan sarana melalui aplikasi BGN. Langkah tersebut penting untuk memastikan data kesiapan tetap tercatat apabila pendaftaran kembali dibuka dan BGN melakukan seleksi terhadap calon SPPG yang dinilai memenuhi persyaratan.

“Setiap progres dilaporkan di aplikasi BGN, karena persentasenya terus bergerak,” jelas Yuli. Dengan demikian, 41 calon SPPG di Situbondo saat ini masih berada dalam fase menunggu keputusan pusat, sementara kepastian operasionalnya belum ditentukan. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
sppg situbondo makan bergizi BGN pusat MBG Situbondo Program MBG