Pendaftaran Ditutup, Pengelola SPPG Situbondo Pertanyakan Nasib Dapur MBG

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:16 WIB
BELUM JELAS: Salah satu bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah rampung dibangun, tetapi belum beroperasi, di Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Selasa (29/9). (Ahmad Rifa
BELUM JELAS: Salah satu bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah rampung dibangun, tetapi belum beroperasi, di Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Selasa (29/9). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID- Kepastian operasional sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Situbondo masih menjadi tanda tanya. Meski sebagian bangunan telah berdiri dan puluhan relawan sudah direkrut, pengelola belum bisa memastikan kapan dapur tersebut diperbolehkan beroperasi untuk melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketidakpastian itu muncul setelah pendaftaran calon SPPG melalui aplikasi Badan Gizi Nasional (BGN) ditutup. Hingga kini, belum ada penjelasan mengenai alasan penutupan, instruksi terbaru dari pusat, maupun nasib SPPG yang sudah menyelesaikan pembangunan dan merekrut tenaga relawan.

Perwakilan BGN Koordinator Wilayah (Korwil) Situbondo Mohammad Faizi juga belum memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Faizi hanya membalas dengan emotikon permintaan maaf tanpa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kebijakan pendaftaran maupun operasional SPPG.

Kondisi tersebut membuat salah satu PIC SPPG terdampak harus kembali menunggu. Menurut dia, relawan yang telah direkrut belum dapat mulai bekerja sebelum ada keputusan resmi bahwa SPPG diperbolehkan beroperasi. “Tentu tidak ada pilihan selain tetap menunggu. Semoga saja ada keajaiban dan perubahan kebijakan,” ujarnya. Narasumber meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dia menjelaskan, selain menunggu keputusan BGN, masih terdapat sejumlah pekerjaan teknis yang harus dituntaskan sebelum dapur beroperasi. Persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan pembangunan fasilitas, kelengkapan sarana pendukung, hingga proses verifikasi terhadap calon relawan.

“Seluruh pelamar masih dalam proses verifikasi,” tambahnya.

Menurut dia, berdirinya bangunan SPPG belum otomatis membuat dapur dapat menjalankan pelayanan MBG. Masih ada sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, termasuk penyelesaian beberapa portal administrasi serta evaluasi dari BGN.

“Kami terus mengawal proses ini. Namun, keputusan akhir tetap menunggu dari BGN pusat,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pengelola SPPG masih harus menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Sementara itu, para calon relawan yang telah mendaftarkan diri juga belum dapat memastikan kapan mereka mulai bekerja. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
sppg situbondo relawan MBG BGN Situbondo Operasional SPPG Dapur MBG