RADARSITUBONDO.ID – Rumah sakit di Situbondo mulai menghadapi peningkatan kunjungan pasien dengan gejala mirip influenza. Mayoritas pasien mengalami demam, batuk, dan radang tenggorokan, dengan anak-anak disebut mendominasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo meminta rumah sakit memperkuat triage atau pemilahan pasien agar layanan tetap berjalan di tengah lonjakan tersebut.
Kepala Dinkes Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, peningkatan jumlah pasien memang terjadi di sejumlah rumah sakit dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan.
"Saya sudah komunikasikan dengan pihak RSUD, memang ada peningkatan jumlah pasien, tapi sudah teratasi," kata Dwi.
Menurut dia, pemilahan pasien perlu dilakukan sejak berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan pasien yang membutuhkan perawatan inap dan pasien yang kondisinya masih memungkinkan menjalani pengobatan di rumah.
"Pasien yang masuk ke IGD RS bisa dipilah atau triage. Kalau tidak perlu rawat inap, bisa lanjut berobat di rumah," imbuhnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar kapasitas ruang perawatan tidak cepat penuh. Pasien dengan kondisi yang membutuhkan rawat inap tetap mendapatkan tempat, sementara pasien yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit dapat melanjutkan pengobatan dari rumah sesuai arahan tenaga medis.
Dwi mengatakan, jika berdasarkan pemeriksaan pasien memang mengalami influenza, rumah sakit diminta mengoptimalkan seluruh ruangan yang tersedia. Penambahan tempat tidur dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruangan yang memungkinkan digunakan untuk pelayanan pasien.
"Kalau seandainya pasien penuh, RS bisa menambah tempat tidur dengan memanfaatkan atau memaksimalkan ruangan yang ada," tegasnya.
Namun, Dinkes Situbondo belum dapat menyampaikan angka terbaru terkait peningkatan kasus penyakit dengan gejala mirip influenza tersebut. Dwi mengaku masih mengikuti kegiatan dinas di Surabaya sehingga belum memperoleh pembaruan data secara menyeluruh.
"Maaf, saya masih sibuk PKN II di Surabaya. Belum sempat cari data-data terbaru dan lain sebagainya," ucapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo Sudarmono memastikan pelayanan pasien masih berjalan. Meskipun terjadi peningkatan kunjungan, pihak rumah sakit masih berupaya mengurai kepadatan dengan mengoptimalkan ruangan yang tersedia.
"Untuk saat ini pasien tetap terlayani dan masih bisa terurai dengan mengoptimalkan ruangan yang tersedia," katanya.
Sudarmono menambahkan, rumah sakit akan mempertimbangkan penambahan ruang apabila jumlah pasien terus meningkat dan kondisi memungkinkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi agar pelayanan tetap berjalan ketika terjadi lonjakan kunjungan.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Demokrat Nurani Sejahtera (DNS) DPRD Situbondo Janur Sasra Ananda mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit terkait kondisi tersebut. Salah satu usulan yang disampaikan adalah memanfaatkan ruangan yang masih memungkinkan digunakan sebagai ruang darurat maupun rawat inap.
"Benar, penyakit ini mengalami lonjakan tinggi. Saya sudah melakukan koordinasi kepada beberapa rumah sakit untuk bisa menggunakan ruangan yang sekiranya bisa dipakai untuk rawat inap," ujar Janur.
Menurut dia, langkah antisipasi diperlukan apabila jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah. Dengan optimalisasi ruangan, pasien diharapkan tetap memperoleh pelayanan medis dan tidak kesulitan mendapatkan tempat perawatan ketika membutuhkan rawat inap. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo