Dua Armada Tua Jadi Sorotan, Damkar Situbondo Butuh Tambahan Mobil Pemadam

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:06 WIB
Pemadam Kebakaran Situbondo Butuh Tambahan Dua Armada Mobil, Punya Tujuh, Namun Dua Unit Sering Bermasalah
Pemadam Kebakaran Situbondo Butuh Tambahan Dua Armada Mobil, Punya Tujuh, Namun Dua Unit Sering Bermasalah

RADARSITUBONDO.ID – Kecepatan menjadi kunci ketika si jago merah mulai melahap bangunan atau lahan. Namun, upaya Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo menghadapi tantangan pada ketersediaan armada. Dari tujuh mobil pemadam yang dimiliki, dua unit di antaranya sudah berusia tua dan kerap mengalami kendala saat digunakan dalam kondisi darurat.

Kepala UPT Damkar Situbondo Ferdi Ujang Afianto mengatakan, tambahan armada diperlukan untuk mempercepat mobilisasi petugas sekaligus memaksimalkan penanganan kebakaran maupun kejadian lain. Damkar Situbondo saat ini berharap mendapat tambahan sedikitnya dua unit mobil pemadam.

"Kalau APD ada, cuma mobil unit saja yang kurang. Keseluruhan saat ini ada tujuh dan dua di antaranya sudah tua. Saya harap ada tambahan dua unit mobil lagi," kata Ferdi.

Damkar Situbondo kini memiliki tiga pos yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur. Pembagian tersebut dimaksudkan agar petugas dapat lebih cepat menjangkau lokasi kejadian. Namun, kondisi armada yang tidak seluruhnya prima masih menjadi kendala.

Ferdi mencontohkan, beberapa waktu lalu salah satu armada mengalami masalah mesin ketika digunakan untuk menangani kebakaran di wilayah timur. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. "Hanya ingin lebih cepat dan tidak makan waktu saat perjalanan. Kami punya tiga pos petugas, ada di wilayah barat, tengah, dan wilayah timur," jelasnya.

Kebutuhan armada tersebut semakin penting melihat tingginya kejadian yang ditangani Damkar. Hingga saat ini, tercatat 162 kejadian kebakaran yang telah ditangani. Kasusnya beragam, mulai kebakaran lahan, rumah, dapur, gudang, hingga kandang ternak.

Tak hanya kebakaran, petugas juga aktif menangani berbagai kejadian nonkebakaran. Totalnya mencapai 288 kejadian, termasuk penyelamatan dan evakuasi hewan seperti ular maupun sarang tawon.

"Hingga saat ini Damkar Situbondo telah menangani 162 kejadian kebakaran dan 288 kejadian nonkebakaran, seperti evakuasi ular atau sarang tawon," terang Ferdi.

Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperkuat dukungan dalam menghadapi kebutuhan darurat masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan armada yang tersedia di lingkungan institusi lain.

"Sebenarnya di Dodiklatpur dan Kodim ada mobil. Sudah menjadi komitmen bersama untuk bisa dipakai," ujar Bupati Rio.

Selain armada, kebutuhan personel Damkar juga menjadi perhatian. Rio mengatakan, penambahan anggota tidak bisa dilakukan begitu saja. Pemkab Situbondo akan terlebih dahulu melakukan kajian dan analisis untuk memastikan kebutuhan personel sesuai dengan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.

"Saya harus memanggil kepala (Damkar) dulu untuk mengetahui bagaimana kajian dan analisisnya," tegasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
kebakaran Situbondo Armada pemadam Mobil pemadam UPT Damkar damkar situbondo