RADARSITUBONDO.ID – Lapangan mini soccer tak lagi sekadar menjadi ruang berebut kemenangan. Turnamen Bahlil Mini Soccer 2026 di Situbondo justru ikut membuka jalan bagi olahraga sepak bola mini untuk masuk dalam ekosistem olahraga resmi di Indonesia.
Gelaran yang digagas Partai Golkar bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi itu menjadi momentum pengenalan Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) sebagai wadah cabang olahraga (cabor) mini soccer. Ketua KSMI Situbondo Rosi menyebut, keberadaan cabor tersebut telah mendapat persetujuan dan tercatat dalam kepengurusan KONI Pusat serta KONI Jawa Timur.
“Berkat kegiatan Mini Soccer Bahlil Mini Soccer 2026 ini, cabor baru yang masuk di Indonesia dan langsung mendapatkan ACC, terdaftar di KONI Pusat dan KONI Jatim,” kata Rosi, Kamis (1/10).
Menurut dia, sebelumnya belum terdapat cabor mini soccer yang secara resmi dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Padahal, olahraga dengan format permainan yang lebih kecil dari sepak bola konvensional itu telah berkembang dan dimainkan di sejumlah wilayah.
Karena itu, Bahlil Mini Soccer 2026 dinilai menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan mini soccer sebagai olahraga yang memiliki wadah organisasi. Turnamen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga sepak bola mini telah tumbuh di berbagai daerah, termasuk Situbondo.
“Yang jelas tahun-tahun sebelumnya belum ada cabor mini football di Indonesia. Oleh karena itu, sangat bersyukur karena dengan adanya kegiatan ini ada cabor yang langsung diikutkan turnamen,” jelasnya.
Rosi menambahkan, kepengurusan cabor tersebut baru dirintis tahun ini seiring pelaksanaan Bahlil Mini Soccer 2026. Proses pembentukan organisasi dan keanggotaan dilakukan melalui KONI Pusat, termasuk pengurusan legalitas dan surat keputusan (SK).
“Kepengurusan KONI itu baru tahun ini. SK dari Kemenkumham, dari KONI Pusat untuk menjadi anggota,” tandasnya. (rif/pri)
Sumber : Radar Situbondo