Bahlil Mini Soccer Zona 11, Olahraga Jadi Ruang Edukasi Politik dan Penggerak UMKM

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:00 WIB
REBUT BOLA: Para pemain mini soccer berebut bola untuk mencetak gol ke gawang lawan di Lapangan Mini Soccer Situbondo, Minggu (27/9) malam. (Ahmad Rifa
REBUT BOLA: Para pemain mini soccer berebut bola untuk mencetak gol ke gawang lawan di Lapangan Mini Soccer Situbondo, Minggu (27/9) malam. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Lapangan mini soccer tak hanya menjadi tempat mengejar gol. Di Situbondo, gelaran Bahlil Mini Soccer Zona 11 Situbondo-Banyuwangi juga diharapkan menjadi ruang edukasi politik bagi generasi muda sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Ketua DPD Partai Golkar Situbondo Yani Wijaya Baihaqi mengatakan, turnamen tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan dan merasakan atmosfer kompetisi. Pada saat yang sama, kehadiran peserta dan suporter dalam jumlah besar dinilai berpotensi memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Tentu saja, apalagi nanti suporter itu pasti banyak dari masing-masing tim. Dari sana sudah kelihatan bisa mendongkrak UMKM,” katanya, Jumat (2/10).

Bahlil Mini Soccer Zona 11 Situbondo-Banyuwangi dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Sebanyak 16 tim SMA sederajat ambil bagian, terdiri atas 11 tim dari Situbondo dan lima tim dari Banyuwangi. Zona tersebut menjadi seri terakhir sebelum para juara zona melaju ke putaran final di Surabaya.

Pertandingan yang berlangsung sejak pagi hingga malam membuat pergerakan orang di sekitar venue diperkirakan cukup tinggi. Peserta, ofisial, suporter, hingga masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan menjadi potensi pasar bagi pedagang makanan, minuman, maupun pelaku usaha lainnya.

“Nah, konsep itu sangat menarik apabila teman-teman UMKM bisa memanfaatkan dan menarik animo, karena yang datang pasti akan banyak, baik suporter ataupun semacamnya,” imbuh Yani.

Menurut dia, geliat ekonomi tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan UMKM. Karena itu, kegiatan olahraga dinilai dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan aktivitas kepemudaan, olahraga, dan ekonomi masyarakat.

“Apalagi Partai Golkar itu bagian dari koalisi yang harus wajib membantu apa yang juga menjadi keinginan bupati. Bupati ini sangat mendukung UMKM dan tidak lain daripada gelaran ini bentuk sebuah dukungan terhadap pemerintah daerah,” tegasnya.

Ruang Talenta Muda

Selain sisi ekonomi, Yani menilai turnamen tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan. Para peserta mendapat pengalaman bertanding sekaligus berinteraksi dengan pemain dari sekolah dan daerah lain.

Olahraga, kata dia, memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi muda. Lapangan pertandingan juga menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana kompetitif, tetapi tetap mengedepankan kebersamaan dan sportivitas.

Turnamen ini merupakan bagian dari Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak yang digelar dalam 11 zona di Jawa Timur. Zona Situbondo-Banyuwangi menjadi zona terakhir, dengan satu tim terbaik nantinya berhak melaju ke putaran final di Surabaya.

Selain tiket ke putaran final, panitia juga menyiapkan hadiah dan bonus tambahan. Ketua DPD Partai Golkar Situbondo Yani Wijaya Baihaqi sebelumnya menyatakan memberikan bonus pribadi untuk sejumlah kategori, termasuk tambahan Rp 4 juta bagi juara pertama, Rp 3 juta untuk juara kedua, dan Rp 2 juta untuk juara ketiga.

Dengan demikian, Bahlil Mini Soccer Zona 11 tidak hanya mempertarungkan kemampuan 16 tim pelajar. Di balik persaingan memperebutkan tiket ke Surabaya, terdapat harapan agar keramaian pertandingan turut memberi ruang bagi talenta muda sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi UMKM di sekitar venue. (rif/pri)



Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
UMKM Situbondo bahlil mini soccer Mini Soccer Situbondo Edukasi politik Golkar Situbondo