RADARSITUBONDO.ID – Suasana tenang warga Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, mendadak berubah menjadi kepanikan, Jumat (2/10) sekitar pukul 11.00. Angin kencang menerjang permukiman dan membuat atap serta genteng rumah warga berjatuhan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, tiga rumah warga mengalami kerusakan. Sejumlah warga bahkan berteriak dan berhamburan keluar rumah karena khawatir tertimpa material bangunan yang beterbangan.
Koordinator BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Rahwiyadi, 61; Supriyanto, 36; dan Juhaini, 81. Saat kejadian, ketiganya sedang berada di dalam rumah.
“Angin sangat kencang sampai atap teras rumah milik Rahwiyadi terangkat dan terbang jauh dari rumah. Kerugian mencapai Rp 3 jutaan,” ujar Puriyono.
Selain menerbangkan atap teras, angin kencang juga membuat kandang sapi di sekitar rumah warga berantakan. Rumah Supriyanto dan Juhaini mengalami kerusakan pada bagian genteng depan. Dua rumah tersebut diketahui berdempetan dan tidak memiliki atap teras.
Kerusakan pada kedua rumah itu ditaksir masing-masing mencapai sekitar Rp 2 juta. Genteng bagian depan banyak yang jatuh dan pecah. Sementara kandang sapi ikut miring setelah diterjang angin.
“Genteng bagian depan banyak yang jatuh hingga pecah. Kandang sapi juga miring gara-gara kena angin kencang,” tegas Puriyono.
Juhaini, salah seorang warga terdampak, mengaku kejadian berlangsung tiba-tiba. Saat itu, suara ayat suci Alquran masih terdengar dari masjid setempat. Tak lama kemudian, angin kencang menerjang dan membuat genteng rumahnya berjatuhan.
Kepanikan semakin terasa karena sejumlah anak sedang bermain di luar rumah. Juhaini mengaku hanya bisa berteriak memperingatkan mereka agar menjauh dari bangunan.
“Saat kejadian saya hanya bisa teriak-teriak, takut genteng yang berjatuhan mengenai anak-anak yang lagi bermain di luar rumah. Tapi alhamdulillah tidak ada warga yang terkena,” pungkasnya.
BPBD Situbondo memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kerusakan yang terjadi sementara didominasi bagian atap dan genteng rumah serta kandang sapi milik warga. (hum/pri)
Sumber : Radar Situbondo