RADARSITUBONDO.ID – Peluit pertandingan bukan sekadar tanda dimulainya perebutan gol. Di balik duel antartim dalam Bahlil Mini Soccer 2026 Zona 11, ada nilai yang ingin ditanamkan kepada para pemain muda: sportivitas, kerja sama, pengendalian emosi, dan kebersamaan.
Turnamen yang mempertemukan tim pelajar dari Situbondo dan Banyuwangi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari tim terbaik. Kompetisi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar menghadapi persaingan secara sehat sekaligus memperluas pengalaman bertanding.
Ketua DPD Partai Golkar Situbondo Yani Wijaya Baihaqi mengatakan, sepak bola memiliki sejumlah nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam dunia politik. Setiap pemain memiliki posisi dan tanggung jawab berbeda, tetapi seluruhnya harus bergerak menuju satu tujuan.
Menurut dia, kemenangan tidak bisa diraih seorang diri. Dibutuhkan kekompakan, komunikasi, dan strategi yang dimainkan bersama-sama.
“Dunia sepak bola ini tidak jauh berbeda dengan dunia politik. Kerja sama dan adu strategi untuk mencapai sebuah tujuan ada di sana. Jadi, ajang ini juga menjadi bentuk edukasi kepada mereka,” katanya.
Karena itu, Bahlil Mini Soccer 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun karakter pemain muda. Bukan hanya bagaimana mencetak gol, tetapi juga bagaimana menghadapi lawan, mengendalikan emosi, dan menerima hasil pertandingan.
“Semoga dengan adanya turnamen Bahlil Mini Soccer ini, arah politik di Situbondo juga bisa menjadi lebih baik,” imbuh Yani.
Dia menegaskan, panasnya persaingan di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Setiap tim tentu ingin menang dan menjadi juara. Namun, rivalitas tersebut memiliki batas yang harus dijaga.
Sportivitas, kata Yani, justru terlihat ketika pemain mampu menerima hasil pertandingan. Kemenangan tidak boleh membuat pemain berlebihan, sedangkan kekalahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membawa konflik ke luar lapangan.
“Intinya, junjung sportivitas, kerja sama, dan bersatu untuk mengalahkan tim lainnya. Siapa yang mampu mengendalikan emosi saat bermain, tentu dialah yang bisa menjalankan strategi dengan baik,” jelasnya.
Pesan serupa disampaikan kepada seluruh pemain agar tetap menjunjung etika selama bertanding. Kompetisi boleh berlangsung ketat, tetapi hubungan antarpemain dan antartim harus tetap terjaga.
“Saya berpesan kepada adik-adik, berkompetisi apa pun boleh, tetapi tetap mengedepankan etika dalam berolahraga,” tegas Yani.
Jadi Ruang Pembinaan Talenta Muda
Sementara itu, Ketua KSMI Rosi menilai Bahlil Mini Soccer 2026 memiliki manfaat lebih luas. Pertandingan antarkabupaten dapat menjadi bagian dari proses pembinaan bibit dan talenta muda di bidang olahraga.
Pertemuan tim dari Situbondo dan Banyuwangi juga memberi kesempatan bagi pemain maupun pelatih untuk saling melihat karakter permainan. Setiap tim bisa mendapatkan pengalaman baru dari gaya bermain lawan.
“Tentu ini menarik. Akan banyak strategi yang bisa dipelajari. Dan ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing tim ketika nanti bisa lolos ke tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Rosi, kompetisi lintas daerah juga dapat mempererat silaturahmi. Lapangan menjadi tempat bertanding sekaligus ruang pertemuan bagi generasi muda dari dua kabupaten.
Harapannya, atmosfer kompetisi tersebut tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Relasi yang terbangun melalui olahraga dapat menjadi modal untuk memperkuat kebersamaan antarpemuda Situbondo dan Banyuwangi.
“Semoga kegiatan Turnamen Bahlil Mini Soccer 2026 ini bisa membawa generasi muda lebih aktif dalam dunia sepak bola, khususnya dunia olahraga,” tambahnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo