Ditinggal Pemilik, Gedung Sarang Walet di Ardirejo Situbondo Terbakar, Atap Rusak Parah

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:14 WIB
BELUM DIKETAHUI: Petugas pemadam kebakaran bersama polisi dan warga memadamkan api yang membakar gedung sarang burung walet di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Kamis (8/10) malam. (Ahmad Rifa
BELUM DIKETAHUI: Petugas pemadam kebakaran bersama polisi dan warga memadamkan api yang membakar gedung sarang burung walet di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Kamis (8/10) malam. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Bangunan kosong yang digunakan sebagai tempat usaha sarang burung walet di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, dilalap api pada Kamis malam (8/10). Kobaran api mengakibatkan bagian atap gedung mengalami kerusakan parah. Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan kepolisian.

Gedung tersebut diketahui sudah lama tidak ditempati pemiliknya yang disebut-sebut merupakan warga Bondowoso. Identitas pemilik bangunan itu belum diketahui secara pasti. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Situbondo, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga. Warga kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Petugas Pusdalops PB Situbondo, Puriono, menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Lokasi bangunan yang sulit dijangkau serta posisi bagian atas gedung yang cukup tinggi menyulitkan warga untuk menjangkau titik api.

Warga bahkan harus mencari tangga agar bisa membantu proses pemadaman. Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya awal tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

“Warga kemudian bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya,” katanya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 19.00. Meski demikian, kobaran api telanjur mengakibatkan bagian atap bangunan mengalami kerusakan parah.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 setelah petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi,” imbuh Puriono.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas juga belum dapat memastikan taksiran kerugian material akibat kejadian tersebut. Dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.

Puriono menyebut, meskipun bangunan dalam keadaan kosong, kebakaran tetap berpotensi membahayakan lingkungan sekitar apabila api merembet ke permukiman warga. Karena itu, kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan.

Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika melakukan pembakaran, termasuk saat membakar sampah, terutama jika berada di dekat bangunan atau area yang memiliki bahan mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta mengawasi proses pembakaran hingga api benar-benar padam untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat merugikan orang lain.

“Bagi masyarakat, tetap waspada dan berhati-hati apabila membakar sampah. Tunggu sampai benar-benar padam dan pastikan api sudah mati. Jangan sampai merugikan orang lain,” tegasnya. (rif/pri)

 

 

 

 

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
kebakaran Situbondo Gedung sarang walet Kebakaran Ardirejo Penyebab kebakaran damkar situbondo