Sapi Limusin Terperosok ke Sumur Sedalam 20 Meter, Evakuasi Gagal

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:10 WIB
SUMUR DALAM: Petugas BPBD Situbondo bersama warga berupaya mengevakuasi sapi yang terperosok ke dalam sumur di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Sabtu (10/10). (Ahmad Rifa
SUMUR DALAM: Petugas BPBD Situbondo bersama warga berupaya mengevakuasi sapi yang terperosok ke dalam sumur di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Sabtu (10/10). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Bangkai seekor sapi limusin berusia sekitar tiga bulan masih terjebak di dasar sumur sedalam 20 meter di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Situbondo, hingga Minggu (11/10). Upaya evakuasi yang melibatkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo belum membuahkan hasil. Warga pun terancam kehilangan sumber air bersih karena sumur tersebut sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sapi milik Tomo, 50, warga setempat, itu terperosok pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan keterangan pemilik, sapi tersebut berlarian hingga menerobos pagar sebelum akhirnya jatuh ke dalam sumur. Hewan itu kemudian mati setelah terlalu lama berada di dalam sumur dan tidak berhasil diselamatkan.

Kasubbag Umum Damkar Situbondo Hidayat mengatakan, proses evakuasi terkendala ukuran tubuh sapi, kedalaman sumur, serta diameter lubang yang relatif sempit. Kondisi tersebut menyulitkan petugas menjangkau bangkai sekaligus mengangkatnya ke permukaan.

“Diameter sumur sangat sempit. Sapinya juga tidak kelihatan dari atas karena sumurnya benar-benar dalam,” kata Hidayat, Minggu (11/10).

Keterbatasan peralatan turut menjadi kendala. Damkar Situbondo belum memiliki tripod besi khusus untuk mengangkat beban berat dari dalam sumur. Petugas kemudian meminta bantuan BPBD Situbondo yang memiliki peralatan tersebut.

Namun, penggunaan tripod besi belum mampu menuntaskan evakuasi. Meski peralatan pengangkat telah dikerahkan, sempitnya lubang sumur membuat proses pengangkatan bangkai sapi tetap sulit dilakukan.

“Kami belum memiliki tripod khusus untuk mengangkat beban berat sehingga memanggil tim BPBD Situbondo karena mereka punya,” jelas Hidayat.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono menjelaskan, sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 20 meter dengan ketinggian air mencapai delapan meter. Sementara itu, diameter sumur hanya sekitar 120 sentimeter.

“Sumurnya berukuran kecil dan sangat dalam sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Persoalan tak berhenti pada gagalnya pengangkatan bangkai sapi. Petugas juga mengkhawatirkan dampak terhadap kualitas air sumur yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat. Bangkai yang masih berada di dasar sumur berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari sumber air tersebut.

Hidayat mengingatkan, kondisi itu perlu segera ditangani agar tidak mengganggu warga yang selama ini memanfaatkan air sumur.

Sementara itu, Puriyono menyebut sumur tersebut perlu ditutup karena bangkai sapi belum berhasil dievakuasi. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah air sumur digunakan kembali selama masih berisiko terdampak bangkai hewan.

“Mau tidak mau, sumur itu harus ditutup karena bangkai sapi bisa menimbulkan bau dan airnya tidak bisa digunakan lagi,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Sapi terperosok sumur Evakuasi sapi Situbondo Sumur Desa Jangkar damkar situbondo bpbd situbondo